Doa dan Eksistensi Muslim

Doa selain menjadi alat kita untuk memohon kepada Allah SWT, juga menunjukan bahwa hanya orang beragama Islam memaknai nilai akan doa.


Selaku umat muslim kita percaya apa yang dikatakan dengan doa. Sehingga di dalam agama disebutkan betapa pentingnya berdoa agar seorang muslim tahu akan hadirnya Tuhan dalam kehidupannya. Doa juga sebagai otak daripada ibadah umat muslim.

Doa menjadi satu alasan bahwa Allah sangat menginginkan seorang hambanya untuk selalu mengingat-Nya, seperti dalam ayat berikut ini:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah [2]: 186)

Maksud ayat tersebut adalah bahwa Allah akan senantiasa mendengarkan doa hambanya apabila ia hanya meminta kepada satu-satunya Dzat yang mengabulkan permintaan adalah Allah. Maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut bagi yang berdoa kepada-Nya.

Dalam satu sisi, persoalan diterima atau tidaknya doa itu adalah urusan yang Maha Mengabulkan Doa. Tapi dalam hadis Rasulullah SAW yang mengatakan “Doa adalah senjata orang yang beriman, tiang agama dan cahaya langit dan bumi.” (HR al-Hakim).

Jadi doa sebagai suatu bentuk eksistensi kita dalam beriman kepada Allah. Doa juga sebagai ciri dan karakter umat Islam. Sebagaimana yang kita ketahui di setiap sisi kehidupan kita mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur ada doa-doa yang telah diajarkan oleh agama kita.

Doa selain menjadi alat kita untuk memohon kepada Allah SWT, juga menunjukan bahwa hanya orang beragama Islam memaknai nilai akan doa. Dan inilah eksistensi dari beragama umat di dunia yang Islam sendiri menunjukan eksistensinya dalam beragama.

Selaku umat muslim yang sejati tentunya kita akan menunjukkan keberadaan kita di muka bumi Allah dengan meyakinkan semua hal-hal yang bersifat metafisik. Karena doa adalah wilayah yang tidak bisa kita pastikan dengan panca indra semata, tapi melalui doa ada keyakinan dalam hati dan nurani terutama iman yang kuat agar seorang muslim mendapatkan kenikmatan dan arti manisnya dari sebuah permohonan kepada Allah SWT.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Shodiqul Amin

Shodiqul Amin. Lahir di Medan, 11 Maret 1996. Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals