Mengisi Tahun Baru Hijriyah

"..Ketika dakwah Nabi Muhammad saw menghadapi penolakan bahkan ancaman pembunuhan, Allah swt memerintahkan Rasulullah untuk meninggalkan kampung halaman.."


makassar.tribunnews.com

Kita patut merayakan tahun baru, bahkan bulan baru, dan tanggal baru, karena tak ada hari dengan tanggal, bulan, dan tahun yang sama sampai kiamat kelak. Setiap hari merupakan kehidupan baru bagi orang yang bijaksana.

Seribu empat ratus empat puluh tahun yang lalu Nabi Muhammad saw berhijrah dari kota kelahiran beliau Mekah menuju kota perantauan Medinah. Di tengah perjalanan Nabi Muhammad saw sempat curhat, “Wahai tanah tumpah darahku, engkau bumi yang sangat aku cintai. Apalah dayaku. Demi kelangsungan amanat risalah ini aku rela meninggalkanmu. Aku yakin suatu hari nanti aku akan kembali.”

Baca juga: Meletakkan Pedang dan Perisai di Bulan Muharram

Pengalaman hijrah tidak lepas dari bingkai ruang dan waktu. Ketika dakwah Nabi Muhammad saw menghadapi penolakan bahkan ancaman pembunuhan, Allah swt memerintahkan Rasulullah untuk meninggalkan kampung halaman guna menemukan lahan dakwah baru. Gayung pun bersambut. Dakwah Islam menemukan lahan nan subur. Orang-orang dari berbagai penjuru negeri Arab datang menghampirinya untuk bersyahadat dan menempuh hidup baru.

Dengan langkah pasti, bersama sahabat sejati, Nabi saw mengayunkan kaki disertai doa kepada Ilahi, “Tuhan, masukkanlah aku dalam segala situasi dan tempat yang Engkau izinkan aku memasukinya dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dari mana saja dengan cara keluar yang benar serta anugerahkanlah kepadaku dari hadirat-Mu kekuasaan yang menolong dan membelaku dari musuh.” (QS Al-Isra`/17:80).

Di mana pun berada, kita niscaya pandai mengelola waktu. Waktu bagaikan pedang. Jika tidak memaksimalkan penggunaannya kita akan terpotong oleh waktu. Hidup harus dilandasi iman dan diisi dengan amal saleh. Allah swt berpesan dalam Al-Quran,

Demi waktu sepanjang sejarah. Sungguh, manusia dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; saling menasihati untuk menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS Al-‘Ashr/103:1-3)

Baca juga: Perayaan Tahun Baru dan Tasyabbuh

Kita harus senantiasa waspada akan asal usul kita dahulu dari mana, kini di mana, dan besok bergerak ke mana. Kita milik Allah swt dan kepada-Nya kita kembali. Kehidupan akhirat bukan kehidupan yang akan datang, melainkan kehidupan itu telah mulai kini dan di sini. Allah pun berpesan dalam Al-Quran,

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang melihat apa yang dilakukannya untuk hari esok (akhirat); bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Hasyr/59:18)

Allah swt memantau gerak langkah kita hari demi hari. Tak ada perbuatan yang terlewatkan dari pantauan para malaikat-Nya. Pada saatnya kita akan menyaksikan catatan segala amal sepanjang hayat. Allah swt berpesan,

Katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang mengetahui apa yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (At-Taubah/9:105)

Ayat yang senada kita temukan pada surat yang lain berikut.

Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dan dia beriman, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An-Nahl/16:97)

Allah tujuan kita dan ridha-Nya dambaan kita. Kita niscaya berani menomorsatuan Allah dan Rasul-Nya serta berjuang pada jalannya dalam kehidupan kita di alam semesta. Allah swt menegaskan dalam Al-Quran,

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, pasangan-pasanganmu, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah/9:24)

Baca juga: Islam dan Malam Tahun Baru Masehi

Allah swt mengingatkan kita agar tidak menjalani hidup dengan tindakan yang sia-sia, sebagaimana digambarkan dalam Al-Quran,

Janganlah kamu seperti perempuan yang merombak benang pintalannya lepas terurai sesudah dijalin kuat-kuat menjadi cerai-berai kembali… (QS An-Nahl/16:92)

Rasulullah saw bersabda, “Gunakan lima sebelum yang lima: muda sebelum tua; sehat sebelum sakit; kaya sebelum miskin; luang sebelum sibuk; hidup sebelum mati. (Rasulullah Saw)

Rasulullah Saw bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah amalnya, kecuali dari tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orangtuanya.”

Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang meninggal dunia diikuti tiga hal; yang dua pulang dan yang satu ikut: keluarga dan hartanya pulang, amalnya mengikutinya di alam kubur.”

Orang bijak berkata, “Semua manusia akan binasa, kecuali yang berilmu. Semua yang berilmu akan binasa, kecuali yang berimal. Semua yang beramal akan binasa, kecuali yang ikhlas.”

Anda bisa juga membaca: Refleksi Tahun 2017 (Bijak Menyikapi Alam)

“Berhenti tak ada tempat di jalan ini. Sikap lamban berarti mati. Siapa bergerak, dialah yang maju ke depan. Siapa berhenti, sejenak sekalipun, pasti tergilas.” (Mohammad Iqbal)

“Pandanglah hari ini. Sebab inilah hidup yang benar-benar hidup. Dalam jangkanya yang singkat ini terletak semua kebenaran eksistensimu.” (Kalidasa)

Sebagaimana setiap gram emas berharga, demikian pula setiap jam waktu kita. Hidup adalah ujian. Bertambah umur, berkurang kesempatan untuk beramal. Tahun ini harus lebih baik daripada tahun kemarin.[]

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Muhammad Chirzin
Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. adalah guru besar Tafsir Al-Qur'an UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Anggota Tim Revisi Terjemah al-Qur'an (Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur'an) Badan Litbang Kementrian Agama RI.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals