Antara Demokrasi dan Kedaulatan Negara

Kebebasan berpendapat yang disalahartikan telah melahirkan banyak sekali kekacauan dan pertikaian antar sesama warga negara.


Mendengar kata demokrasi tentunya bukan sebuah istilah yang asing bagi kita selaku warga Indonesia. Demokrasi merupakan suatu bentuk pemerintahan yang memberikan hak setara kepada warganya untuk bersuara mengemukakan pendapat. Indonesia sendiri telah lama mengusung nilai-nilai demokrasi dalam sistem pemerintahannya.

Pada ranah pemerintahan, Indonesia menggunakan sistem demokrasi perwakilan. Luas daerah dan beragamnya suku ataupun budaya di Indonesia menjadi sedikit dari beberapa faktor dari bentuk demokrasi yang dipakai di Indonesia. Akan tetapi, demokrasi tidak hanya dipakai dalam sistem pemerintahan, melainkan juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebebasan berpendapat yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia menimbulkan beragam dampak baik itu bersifat positif maupun negatif. Kebebasan berpendapat bisa membuat masyarakat Indonesia bebas-sebebasnya dalam menjalani kehidupan. Kebebasan inilah yang justru banyak disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk merusak kedaulatan dari bangsa Indonesia.

Berdasar dari kebebasan yang dimiliki setiap individu menimbulkan banyak bermunculan orang yang hanya pandai berbicara tanpa dasar yang jelas. Mari kita ambil contoh yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Fenomena hijrah telah menyebar hingga ke seluruh negeri, dan yang telah kita saksikan saat ini banyak sekali muncul orang-orang berteriak tentang agama dan merasa paling benar tanpa didasari ilmu yang memadai. 

Berteriak dengan lantang menyebut nama Tuhan namun membuat kerusuhan yang pada dasarnya bukanlah ajaran Tuhan. Kejadian itu telah banyak kita temui di Indonesia. Orang yang baru saja belajar perihal agama langsung merasa paling benar dan menyalahkan orang yang tidak sependapat dengan dirinya.

Lantas, di mana letak demokrasi yang harusnya memperkuat kedaulatan negara, jika setiapwarga negara berteriak lantang perihal kebenaran menurut mereka dan mengutuk kebenaran yang diyakini oleh kelompok lain? Lantas, masihkah demokrasi dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan negara?

Perselisihan antar sesama warga negara telah marak terjadi di Indonesia. Demokrasi yang dipahami oleh masyarakat rasa-rasanya memiliki perbedaan dengan demokrasi yang dimaksudkan oleh pemerintah.

Jika pemerintah menjunjung tinggi demokrasi dengan dibarengi adanya undang-undang dan peraturan yang terkait, maka warga sipil menganggap bahwa demokrasi adalah sepenuhnya kebebasan. Mereka menyandarkan setiap tindakan mereka kepada kebebasan berpendapat tanpa memandang adanya undang-undang. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab banyaknya perselisihan antara aparatur negara dan warga sipil.

Demokrasi yang menjaga kedaulatan negara harusnya menjadi tujuan dan cita-cita dari bangsa ini. Peran pemerintah sangatlah dibutuhkan untuk mensosialisasikan tentang demokrasi dan undang-undang yang terkait, agar demokrasi yang dipraktikkan oleh masyarakat bukanlah demokrasi yang liar.

Masyarakat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi  juga harus mengambil peran dalam perkara ini. Tanpa adanya sinergi antara aparatur negara dan warga sipil maka mimpi kita untuk mewujudkan kedaulatan yang benar-benar berdaulat hanya akan menjadi mimpi selamanya. 

Kedaulatan Indonesia tentulah sebuah hasil manis jika kita sebagai pemilik bangsa ini mau bersinergi untuk mewujudkannya. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah menjadi warga yang cerdas.

Cerdas di sini berarti mampu menggunakan kebebasan yang dimiliki dengan bijak. Menggunakan kebebasan berpendapat tanpa mengganggu kebebasan maupun hak dari orang lain. Sebab, sebuah bangsa yang besar tidak bisa dibangun oleh aparatur negara saja, melainkan masyarakat juga harus mengambil peran dalam hal tersebut.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
4
Suka
Ngakak Ngakak
1
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Iqbal Fajri

Saya adalah mahasiswa di salah satu perguruan islam negri di Yogyakarta. Selain menulis saya juga hobi fotografi. Sebab menurut saya antara fotografi dan menulis tidak dapat dipisahkan. Keduanya juga memiliki kesamaan yaitu tentang bercerita. Jika dengan menulis kita akan bercerita lewat teks maka dalam fotografi, kita akan bercerita melalui gambar.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Tak Berkategori

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals