Melihat Suasana Sosial Masyarakat Aceh Timur di Langsa

masyarakat Aceh masih menjaga hubungan baik secara kemanusiaan dengan memberikan jabat tangannya apapun jenis kelaminnya


blog.f3vision.com

Langsa merupakan daerah yang masuk kawasan Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Untuk menuju ke Langsa paling cepat adalah melalui Medan. Perjalanan menuju Langsa melewati Binjai dan Langkat. Akses inilah merupakan satu-satunya jalan menuju Langsa itu sendiri.

Sebelum memasuki Langsa maka akan melewati Aceh Tamiang.  Sehingga jarak tempuhnya selama lima jam dari Medan. Jarak tersebut merupakan jarak terdekat untuk menuju Langsa. Sebaliknya, jika perjalanan ke Banda Aceh sebagai ibu kota propinsi, maka perjalanan akan lebih lama yakni mencapai 9 jam. Dengan demikian, untuk kehidupan masyarakat langsa lebih dominan ke Medan dibanding Banda Aceh.

Perjalanan menju Langsa ini dihiasi dengan suasana perkebunan sawit. Sejau mata memandang tanaman inilah yang menjadi andalan masyarakat Sumatera Utara tumbuh dan berkembang menjadi bagian mata pencaharian. Oleh karenanya, jalanan Medan ke Langsa atau sebaliknya dipenuhi kendaraaan truk-truk besar yang membawa sawit dan kayu. Dengan demikian, kondisi alam inilah yang menjadikan akses menjadi lama.

Mendengar Aceh terlintas di setiap masyarakat Indonesia adalah suasana yang Islami. Bahkan daerah ini terkenal dengan serambi Makkah. Simbol Islam tersebut terpatri sejak lama dengan dukungan ulama-ulama yang membawa ajaran Islam ke Indonesia. Dengan demikian, Aceh secara historis merupakan bagian dari Islam itu sendiri.

Sejak abad ke 15 M. Islam sudah menjadi bagian dari masyarakat. Hal inilah yang menjadikan Aceh memiliki budaya yang Islami di kehidupan masyarakatnya. Kenyataan ini juga didukung mayoritas penduduknya beragama Islam. Dengan demikian, dalam kehidupan keseharian menjadikan masyarakat Aceh dikenal dengan Serambi Makkah.

Tradisi Islam yang berkembang sebagaimana di atas menjadikan sendi kehidupan keislaman di dalamnya tetap terjaga dengan baik. Indikasinya adalah pergaulan antara laki-laki dan perempuan dan interaksinya tetap terjaga dan menjaganya dengan spirit keagamaan yang dimilikinya. Setidaknya, kenyataan tersebut berbeda dengan yang lain.

Hal yang membedakan antara jabat tangan (salaman dalam bahasa Jawa) perempuan dengan laki-laki dengan di Langsa Aceh adalah selalu memakai penghalang kain kerudung. Mereka perempuan masih bersalaman dengan kaum laki-laki. Ini artinya masyarakat Aceh masih menjaga hubungan baik secara kemanusiaan dengan memberikan jabat tangannya apapun jenis kelaminnya.

Suasana Islam juga nampak di Kota ini. Masjid banyak dijumpai di jalan-jalan besar dan tidak saja itu,  masjid yang selalu berdekatan jaraknya satu dengan yang lain. Ketika waktu shalat dengan kumandang azan sahut sahutan di telinga orang yang lalu lalang di sekitarnya. Kelengkapan keindahan kumandang Azan tersebut juga pada iqamah yang sangat merdu dan enak untuk didengar.

Kenyataan di atas juga ditemukan di kampus-kampus. Hal tersebut ditemukan di kampus kenamaan di Langsa ini. Tidak saja seruan azan dan iqamah, himbauan untuk melakukan jamaah shalat juga ditemukan. Setidaknya tulisan spanduk sepertibanyak agar meninggalkan kegiatan jika azan berkumandang untuk menuju masjid. Tentu saja himbauan untuk semua pihak dari dosen, karyawan dan mahasiswa yang di kampus yang terkenal dengan nama Zawiyah Cot Kala ini.

Kopi adalah bagian terpenting di masyarakat. Komoditas ini menjadikan budaya minum kopi di kalangan masyarakat. Sehingga di kalangan masyarakat ditemukan coffe shop yang menjual beragam kopi dan makanan lainnya. Dengan demikian, melalui komoditas inilah Aceh terkenal di seantero nusantara bahkan ke manca negara.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Alfatih Suryadilaga
Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. merupakan Asosiate Professor dalam Matakuliah Hadis di Prodi Ilmu Hadis Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sekarang sebagai Kaprodi Ilmu Hadis dan Ketua Asosasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Selain itu, sebagai Ketua Yayasan Pondok Pesantren al-Amin Lamongan Jawa Timur. Karya tulisan bisa dilihat https://scholar.google.co.id/citations?user=JZMT7NkAAAAJ&hl=id.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals