Realitas Mitis dalam Teks-teks Sejarah Nusantara

"..Salah satu tujuan teks historis Nusantara adalah untuk menetapkan dan menopang keabsahan dinasti yang berkuasa.."


Ket foto: Serat Centhini; merupakan contoh teks sejarah yang menghimpun pebicaraan mengenai agama dan sejarah (sumber foto: http://buddhazine.com)

Sejarah Nusantara sebelum abad ke-17 tidak bisa dipahami  secara utuh dan mungkin akan terus demikian. Selain Negara Kertagama dan Pararaton (teks abad ke-14 yang melukiskan Kerajaan Majapahit) dan karya-karya sastra seperti Arjunawiwaha yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruksi historis, terdapat pula beberapa sumber terpercaya lainnya yang tercatat pada periode Hindu-Budha.

Teks-teks sejarah Jawa banyak mengungkapkan persoalan besar tentang kebudayaan dan agama tetapi semua itu kebanyakan mitologi. Di sini teks-teks tersebut akan dipakai sebagai deskripsi mengenai bentuk-bentuk ideal organisasi sosial, politik, dan keagamaan dan untuk data-data mengenai ritual Jawa dan teori mistik yang dikandungnya.

Salah satu tujuan teks historis Nusantara adalah untuk menetapkan dan menopang keabsahan dinasti yang berkuasa. Hal ini dilakukan dengan menggambarkan raja dan kerajaan yang ada sebagai wujud ideal yang dikonsepsikan secara kultural. Karena konsepsi-konsepsi kekuatan politik sebagian besar berdasarkan pada bentuk-bentuk keagamaan, maka bahasa teks-teks sejarah Nusantara sebagian besar juga bersifat keagamaan.

Selanjutnya, pembicaraan-pembicaraan mengenai sejarah biasanya berjalin-berkelindan dengan pembicaraan keagamaan, maka sering tidak mungkin untuk membedakan antara muatan historis dan keagamaan teks-teks tersebut.

Serat Centhini adalah contoh teks sejarah yang menghimpun pebicaraan mengenai agama dan sejarah. Teks awal abad ke-19 tersebut sering dilukiskan sebagai ensiklopedi kebudayaan Jawa. Teks ini memuat banyak informasi yang masif mengenai karya-karya berbahasa Arab yang dipelajari di Jawa, mistisisme, ketuhanan, mitologi dan geografi suci. Semua itu dikemukakan dalam suatu cerita semi-historis berkenaan dengan jatuhnya Majapahit dan berdirinya Mataram.

Menurut Serat Centini, Sultan Agung cemas karena sesudah jatuhnya Majapahit terjadi serangkaian perang saudara, pembicaraan luas tentang pengetahuan mistik akan hilang. Karena ia membutuhkan pengetahuan tersebut untuk menegarkan Mataram sebagai kerajaan tertinggi di Jawa, maka Sultan Agung mengirim seorang santri bernama Syaikh Amongraga mengembara ke seluruh negeri mengunjungi berbagai pertapaan dan berbicara dengan tokoh-tokoh suci.

Bagian terbesar dari teks tersebut berisi mitos-mitos dan pengeahuan agama yang ia perlukan. Dalam cerita berikutnya, menurut Serat Centini, Syaikh Amongraga berubah menjadi ulat dan ditelan Sultan Agung. Ini adalah salah satu muatan contoh mitos yang diungkapkan dalam Serat Centini.

Tujuan menciptakan mitos dalam kisah tersebut adalah untuk pertama, untuk menghubungan Mataram dengan kerajaan sebelumnya. Bahwa kerajaan-kerajaan Jawa Tengah sangat memperhatikan garis suksesi yang tidak putus dengan kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan Islam sebelumnya. Kedua, bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi pada periode antara jatuhnya Majapahit dan berdirinya Mataram tidak diketahui dengan baik.

Dengan demikian maka Serat Centini dan teks-teks historiografi yang lain berhasil melakukan hegemoni pemikiran bahwa seluruh peristiwa mempunyai sebab-sebab mistis dan keagamaan. Karena itu diyakini bahwa pencapaian keagamaan merupakan basis kekuasaan politik dan legitimasi keraton.

Pada awal abad ke-18, ada suatu tradisi kesarjanaan sejarah yang berkembang dengan baik di Nusantara. Terdapat teks-teks yang mencatat data dan peristiwa yang bisa diverifikasi melalui perbandingan dengan sumber-sumber kontemporer.

Semua ini tidak bertahan lama karena ada kecenderungan yang menandai kesarjanaan yang menulis teks-teks sejarah ini, pada saat bersamaan ada kelompok pujangga kraton yang menyusun babad atau ramalan mitologis dan interpretatif, seperti Serat Sekander dan Serat Putera Raja, yang mengulas sejarah dari sudut mitologis dan kosmologis. Antara lain, teks-teks ini memuat silsilah-silsilah yang menghubungkan dinasti mataram dengan Ratu Kidul, Iskandar Yang Agung, istana-istana kerajaan Spanyol dan Belanda.

Kebanyakan masyarakat Nusantara, khususnya para bangsawan menaruh perhatian pada penafsiran mitis terhadap sejarah dari pada terhadap catatan-catatan yang akurat terhadap fakta sejarah. Penjelasan mitologis juga diarahkan pada berbagai peristiwa politik. Sehingga pengetahuan sejarah hilang dan Babad berkembang kian mitologis. Sementara itu, dalam penulisan sejarah tersebut, tidak ada keterangan yang menjelaskan tentang perekonomian rakyat.

Bagaimanapun, untuk beberapa generasi, mitologi sejarah Nusantara disebarluaskan melalui seni pertunjukan, terutama wayang dan tembang. Di sisi lain ziarah adalah alat penting lainnya yang menyebarkan pengetahuan sejarah.

Situs-situs ziarah yang paling penting ada di pulau Jawa. Para juru kunci selalu akrab dengan bagian-baigan yang relevan dari babad yang menghubungkannya. Seringkali apa yang disampaikan oleh juru kunci sangat jauh sekali dari fakta sebab apa yang disampaikan hanya berdasarkan mitos yang berkembang dan diturunkan dari generasi ke generasi hingga sekarang.

Mitos tersebut bukan berarti salah secara keseluruhan. Legenda dan cerita-cerita yang berkembang perlu untuk diteliti kebenarannya menggunakan analisis sejarah yang memadai. Agar kisah-kisah yang dituduh tidak terjadi di dunia nyata, bisa dibuktikan secara faktual.

Baca tulisan-tulisan Rizal Mubit lainnya: Kumpulan tulisan Rizal Mubit, S.HI., M.Ag.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
3
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
4
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Rizal Mubit

Rizal Mubit, S.HI., M.Ag. adalah Peneliti Farabi Institute dan dosen di Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik. Ia telah menulis sejumlah buku bertema keislaman.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals