Kebijakan Mas Menteri untuk PT: Kampus Merdeka untuk Kontribusi yang Lebih Baik di Masyarakat

Perubahan mendasar dalam pendidikan di Indonesia ditandai dengan perubahan nahkoda kementerian yang mengurusi hal tersebut.


Perubahan mendasar dalam pendidikan di Indonesia ditandai dengan perubahan nahkoda kementerian yang mengurusi hal tersebut. Kenyataan sebagiamana terjadi itu terlihat dalam pelantikan kabinet Indonesia Maju di era Jokowi ke dua. Adalah Nadiem Makarim seorang CEO Gojek yang ditunjuk dan dilantik dalam hal ini.

Gaya kepemimpinan dan latar belakang beliau menjadi bagian tak terpisahkan dalam kebijakannya. Beragam kebijakan yang out of the box kerap lahir baik untuk pendidikan dasar menengah maupun perguruan tinggi (PT). Kenyataan tersebut terlihat pada pembebasan guru dari rutinitas administratif dan menjadikan guru lebih kreatif dalam memberikan pembelajaran kepada anak didiknya.

Puncaknya adalah di peringatan Hari Guru  25 November silam, beliau menginstruksikan kepada seluruh guru agar mengubah kebiasaan di kelas yang tidak hanya mengajarkan untuk diskusi bukan hanya mendengar.  Selain itu, melalui kegiatan sosial lainnya akan mampu menemukan minat dan bakat siswa. Dengan demikian, sosok guru mampu menjadi bagian dari pengembangan menuju kesuksesan anak didiknya.

Gagasan Mas Menteri diimplementasikan perubahan mendasar. Hal tersebut terlihat atas perubahan bentuk penilaian akhir tidak lagi dengan bentuk UN (Ujian Nasional). Siswa merdeka dengan kebiasaan yang selama ini menjadi rutinitas tahunan yaitu mengakhiri hajatan kelas tiga tahunan untuk SLTP dan SLTA serta enam tahunan untuk SD dengan bentuk UN.

Demikian juga gurunya, seluruh guru merdeka dari membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang selama ini membebani guru dan berbelit. Saat ini harus membuat secara simpel dan seserhana dengan selembar kertas saja. Hal lain adalah masalah zonasi dalam halpenerimaan siswa baru. Diberikan akses mereka yang mampu untuk keluar zonasi. Ketiga hal tersebut menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan kuaitas pendidikan di jenjang dasar dan menengah.

Perubahan lainnya sebelum genap 100 hari bekerja menjadi Menteri Pendidikan yang membidangi pendidikan di Indonesia telah merambah dunia mahasiswa dan PT. Program Kampus Merdeka, menjadi unggulan dari perbaikan di PT dan deklarasinya pun sudah dilalukan menteri di forum yang dihadiri oleh rektor, dosen dan mahasiswa dari beragam PT.

Setidaknya beragam aturan yang dikeluarkan Menristek Dikti, kementrian yang mengurus PT di era Jokowi sebagai presiden yang pertama dan peraturan lainnya tentang PT telah diubah dan direvisi. Peraturan tersebut tertuang dalam lima jenis kegiatan penting dalam PT. Peraturan tersebut ditandatangani Mas Menteri di tanggal yang sama yaitu 24 Januari 2020 dengan nomor 3 sampai 7.  Dengan peraturan tersebut, dalam perjalanan PT yang akan datang akan terjadi perubahan.

Sebagai bagian program kedua Kampus Merdeka, setidaknya ada empat pembenahan utama dalam hal ini untuk mengurai benang kusut PT. Keempat hal tersebut adalah permbentukan prodi baru, akreditasi, perubahan PT ke PTBH dan pembelajaran di luar kampus 3 semester lamanya.  Dengan demikian, keempat hal tersebut dapat dijadikan cara menuju Indonesia maju.

Beragam perubahan peraturan sebagaimana di sebut di atas dapat dilihat sesuai pokok judul Permendikbud tersebut. Hal tersebut terlihat dengan nomor 4 tahun 2020. Peraturan nomor tersebut menjelaskan tentang perubahan Permendikbud sebelumnya No. 88 tahun 2014. Aturan tersebut mengatur persoalan perubahan PT menuju PT Berbadan Hukum.

Untuk menjadi PT seperti itu amat sulit. Hal tersebut telihat sampai sekarang hanya 11 PTBN. Mendikbud akan mencoba mempermudah perubahan PT dari BLU ke PTNBH bagi PT yang ingin berbenah menuju ke bentuk selain Satker dan BLU.

Akreditasi prodi dan PT menjadi hal yang diatur. Banyakya antrean untuk akreditasi dan perlunya pelibatan dunia usaha, NGO nir laba dan asosiasi perkumpulan dalam memberikan akreditasi. Hal tersebut tertuang dalam Permendikbud No 5 tahun 2020. Setidaknya dalam peraturan tersebut terdapat kelonggaran baik dari segi waktu maupun lainnya.

Untuk waktu akreditasi selama 25 tahun dengan persyaratan tertentu. Jika PT memiliki akreditasi internasional  maka otomatis mendapatkan Unggul dan tidak lagi melalui akreditasi BAN-PT. Dengan demikian, pola ini akan sedikit membantu dalam hal rutinitas yang selama ini menyita dosen dan pimpinan PT dan prodi.

Hal di atas belum menyangkut perubahan yang dilakukan BAN-PT. Perubahan dari standar 7 ke kriteria 9 menjadikan akreditasi semakin sulit dalam mencapai unggul. Setidaknya untuk mencapai derajat tersebut dosen prodi harus 50% bergelar doktor dan di antara jumlah tersebut 70% memiliki jabatan lektor kepala dan guru besar.

Kondisi tersebut akan banyak menjadikan prodi dan PT sulit untuk mencapainya baik di PTN maupun PTS. Syarat lain dalam akreditasi versi 4.0 tersebut adalah tracer study yakni maksikal 6 bulan sesudah usai kuliah (wisuda) dan kesesuaian keilmuan dengan tempat bekerjanya 80 % sesuai.

Untuk beragam kegiatan Kampus Merdeka yang digagas di atas menunjukkan masih sulitnya menggapai ke arah perubahan tersebut. Setidaknya kenyataan tersebut mudah bagi PT besar dan telah mapan. Padahal PT di Indonesia sangat beragam kualitasnya.

Persoalan tidak saja pada SDM melainkan juga sarana prasarana yang tidak seimbang antara Jawa dan di luar daerah lainnya. Demikian juga kualitas mahasiswa yang mendaftar dan perimbangannya pun deviasinya antara PT swasta dan PTN juga sangat variatif. Tantangan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kampus Merdeka.

Kampus merdeka yang terwujud dalam empat hal di atas dinilai sangat beragam di dunia maya. Hal tersebut setidaknya dilihat dari data yag dijelaskan Drone Emprit sebagaimana dalamhttps://academic.droneemprit.id/#/search/view/id/794.

Dari tweet yang ada kebanyakan adalah menunjukkan sentimen positif.  Mereka mengomentari Kampus Merdeka dengan #Kampusmerdeka. Di antara RT dalam tagar tersebut berkonotasi netral dan tidak ada yang berkonotasi negatif. Dengan demikian, Kampus Merdeka merupakan bagian usaha dalam rangka memperbaiki dunia kampus agar lebih baik. (MAS)

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
1
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Alfatih Suryadilaga
Dr. H. Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag. M.Ag. merupakan Asosiate Professor dalam Matakuliah Hadis di Prodi Ilmu Hadis Fak. Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sekarang sebagai Kaprodi Ilmu Hadis dan Ketua Asosasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). Selain itu, sebagai Ketua Yayasan Pondok Pesantren al-Amin Lamongan Jawa Timur. Karya tulisan bisa dilihat https://scholar.google.co.id/citations?user=JZMT7NkAAAAJ&hl=id.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals