Revolusi Mental Perspektif Al-Quran: Himbauan Bagi Generasi Milenial

Revolusi mental bukan hanya soal mindset (pola pikir), tapi lebih dari itu juga menyangkut cara hidup, berperilaku, dan bertindak.


Membangun revolusi mental terhadap generasi milenialmerupakan suatu harapan besar pemerintah dan juga seluruh masyarakat di Indonesia. Revolusi mental bukan hanya menyangkut masalah mindset (pola pikir) tapi lebih dari itu dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang menyangkut cara hidup, cara berpikir, cara memandang masalah, merasa, mempercayai/meyakini, berperilaku dan juga bertindak.

Generasi milennial yang merupakan pengguna internet secara umum kurang mampu memilih dan memilah informasi. Dewasa ini nampaknya telah terjadi kecenderungan pengguna internet yang sering mengenyampingkan nilai-nilai moral dan etika dalam berkomunikasi dan menyebarkan informasi di media sosial.

Padahal dalam tatanan sosial, etika sangat diperlukan guna menghindari terjadinya pergesekan yang berujung kepada konflik. Hal ini memicu penyebaran berita hoaks di masyarakat. Hoaks yang dapat diartikan sebagai penyebaran informasi yang masif tidak berdasarkan data yang benar sebagai tipuan untuk memperdaya masyarakat.

Sikap bijak sangat diperlukan bagi generasi milennial untuk membentengi dirinya dari pengaruh-pengaruh yang dapat merusak mental dan moral, asumsi bahwa semua masalah dapat dipecahkan dengan bantuan panca indera, akal, ilmu pengetahuan dan teknologi, harus disertai dengan landasan spiritual, moral dan agama.

Selain itu, setiap manusia, sebagai makhluk yang memiliki fitrah beragama yang dibawa sejak lahir, yakni rasa percaya kepada Tuhan, patuh dan tunduk kepada-Nya. Tanpa agama, manusia akan berada dalam kekosongan yang dapat berbahaya, karena dapat diisi dengan hal-hal yang buruk. Menjauhkan manusia dari agama, adalah suatu hal yang mustahil, karena bertentangan dengan fitrah manusia yang diberikan Tuhan.

Salah satu ciri khas generasi milennial saat ini yang ada di Indonesia adalah begitu mudahnya digiring suatu isu, serta menerima begitu saja provokasi tanpa penelusuran rasional terlebih dahulu. Untuk itu membangun revolusi mental perspektif al-Quran merupakan sebuah keharusan bagi generasi milennial secara integral dan holistik.

Dalam perspektif al-Quran, gagasan tentang revolusi mental bermakna hijrah yaitu meninggalkan sesuatu yang buruk menuju kepada kebaikan, Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt: “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya.” (Q.S. Ar-Ra’du : 11).

Berdasarkan ayat di atas memberikan penjelasan bahwa pada tatanan nilai-nilai, al-Quran secara jelas telah membawa gagasan-gagasan revolusi, baik itu revolusi mental spiritual, maupun revolusi sosial. Selain itu, revolusi mental berkaitan dengan mengubah besar-besaran batin manusia dengan berdasarkan nilai-nilai agama yang dapat menjadikan jati diri manusia ke arah mentalitas yang lebih baik.

Pada saat ini, generasi milenial  hidup di tengah perkembangan teknologi yang cepat berkembang dan menjadi candu. Selain bersosialisasi di kehidupan dunia nyata, generasi milenial juga hampir dipastikan bersosialisasi di kehidupan dunia maya. Kehidupan dunia maya seperti pisau bermata dua.

Untuk itu fondasi yang harus dipersiapkan dalam membangun revolusi mental terhadap generasi milenial adalah ajaran agama secara utuh, yaitu iman, Islam dan ihsan. Ketiga asas tersebut merupakan integrasi ajaran Islam yang meliputi keilmuan syari’at, adab, kelembutan, ibadah zahiriyah dan ibadah batiniyah. 

Membangun revolusi mental dapat dilakukan dengan konsep dan nilai-nilai yang terkandung di dalam al-Quran. Kedewasaan dalam beragama sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai isu-isu hoaks pada saat ini. Dengan kedewasaan beragama, generasi milenial  tidak mudah terpancing dan terprovokasi dengan berbagai isu yang belum diketahui kebenarannya.

Selain itu, al-Quran juga mengajarkan kepada manusia untuk menghidupkan budaya literasi (menulis dan membaca), karena pada dasarnya generasi milennial harus memiliki wawasan dan pengetahuan dalam menghadapi era digital dan globalisasi yang begitu pesat saat ini.

Dengan menerapkan konsep dan gagasan revolusi mental dalam perspektif al-Quran, maka secara bertahap generasi milenial akan mampu menjadi generasi berkarakter baik secara mental, maupun moral.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
3
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
2
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
M. Rafi

M. Rafi, S. IP adalah seorang Mahasiswa Alumni Ilmu Pemerintahan angkatan 2013, yang telah menyelesaikan masa studinya selama 3 (tiga) tahun 10 (sepuluh) bulan di Universitas Riau Pekanbaru, saat ini melanjutkan studi Pascasarjana di Program Studi S2 Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Berasal dari Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Facebook : [email protected]/IG : @rafy060695 Riwayat Prestasi/Keikutsertaan dalam bidang penulisan : 1. Juara 1 Menulis Makalah Ilmiah Qur’an (M2IQ) Pada MTQ Tingkat Kec. Pulau Merbau dari tahun 2017-2019 2. Juara 4 Menulis Makalah Ilmiah Qur’an (M2IQ) Pada MTQ Tingkat Kab. Kepulauan Meranti pada tahun 2017 3. Juara 3 Menulis Makalah Ilmiah Qur’an (M2IQ) Pada MTQ Tingkat Kab. Kepulauan Meranti pada tahun 2018 4. Pernah menjadi salah satu Presenter Call For Paper dalam acara International Conference On Democracy Accountabillity and Governance (ICODAG) di Universitas Islam Riau (UIR) pada tanggal 23-25 November 2017.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals