Memetik Qurma di MINAN (MI Narrative Quran) Lamongan

Mencetak generasi Qurani melalui kisah Islami


Sumber Ilustrasi: Karya Pribadi Pewarta

Lamongan – Madrasah merupakan salah satu pengejawantahan visi pendidikan Islam dan Ke-Islam-an di Indonesia. Sebagaimana tertuang dalam KMA No 183 Tahun 2019, madrasah merupakan sekolah umum berciri khas agama Islam. Kekhasan madrasah bukan saja pada jumlah mata pelajaran agama Islam yang lebih banyak dari yang ada di sekolah. Lebih dari itu kekhasan madrasah adalah tata nilai yang menjiwai proses pendidikan pada madrasah yang berorientasi pada pengamalan ajaran agama Islam yang moderat dan holistik, berdimensi ibadah, berorientasi duniawi sekaligus ukhrawi sebagaimana telah terejawantahkan dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Dengan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang ditetapkan dalam KMA
No 183 Tahun 2019, madrasah harus dapat menyiapkan peserta didik yang memiliki empat kompetensi generik 4 C (critical thinking, creativity, communication and collaboration) dan memiliki budaya literasi yang tinggi. Kurikulum dan pembelajaran PAI dituntut mampu mengadaptasi perkembangan dunia modern sehingga berdaya saing tinggi, namun tetap berkarakter religius-holistk integratif sehingga mampu
mebentengi moral generasi bangsa dari pengaruh globalisasi yang buruk.

Sedangkan KMA 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum
pada Madrasah diterbitkan untuk mendorong dan memberi aturan bagairnana berinovasi dalam implementasi kurikulum madrasah serta memberikan payung hukum dalam pengembangan kekhasan Madrasah, pengembangan penguatan Karakter,
Pendidikan Anti Korupsi dan Pengembangan Moderasi Beragama pada Madrasah.

Madrasah Ibtidaiyah Narrative Quran (MINAN), yang berlokasi di wilayah
Kabupaten Lamongan, hadir sebagai madrasah yang mampu menjawab tantangan zaman. MINAN merupakan madrasah yang memiliki ciri khas pembelajaran inovatif, dengan mengusung konsep fun learning. Melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, diharapkan peserta didik mendapatkan pengalaman pembelajaran yang bermakna. Dengan begitu, peserta didik dapat menginternalisasikan nilai-nilai yang didapatkannya dari pembelajaran tersebut secara sukarela.

Metode pembelajaran yang menyenangkan juga dapat diaplikasikan dalam pembelajaran Al-Quran. Memahami kandungan Al-Qur’an dengan metode klasik tentu akan terasa membosankan bagi peserta didik tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Oleh karena itu, inovasi dan kreatifitas untuk mengemas pembelajaran yang adaptif dalam pembelajaran Al-Qur’an sangat diperlukan.

QURMA (Quran dan Makna) merupakan mata pelajaran muatan lokal yang
dihadirkan oleh MINAN. Mata pelajaran ini mengusung konsep bercerita atau
bernarasi sebagai metode dalam menyampaikan materi. Kompetensi yang ingin dicapai dari QURMA adalah anak-anak mampu menceritakan kisah-kisah Islami yang terkandung di dalam setiap surahnya.

Buku ajar QURMA disusun secara mandiri oleh guru-guru MINAN. 114 surat
Al-Qur’an didistribusikan di setiap kelas berdasarkan urutan surah. Dengan
demikian, di setiap kelas akan mempelajari 18 surat, atau 9 surat dalam tiap semester. Sedangkan surat Al-Fatihah ditetapkan pada bagian awal buku di setiap kelas.

Di setiap bagian buku QURMA, siswa-siswi mempelajari Al-Qur’an dan
kandungannya. Sistematika buku tersebut memuat komposisi sebagai berikut:
1. BIBIT QURMA (Bernarasi dalam Bait)
2. BATANG QURMA (Membaca Cerita Panjang)
3. BUAH QURMA (Bukti dan Hasil)
4. JUS QURMA (Jawaban Uraian Surah)
5. DAUN QURMA (Diskusi Ayat Narasi)
6. AKAR QURMA (Alkisah dalam Karangan)
7. PELEPAH QURMA (Penulisan Lafan Hafalan)
Komposisi dalam buku tersebut merupakan inovasi yang lahir sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang fun, berorientasi pada kemampuan narasi dan literasi. Di awal pembahasan setiap surat, melalaui BIBIT QURMA, anak-anak diajak bernyanyi. BIBIT QURMA merupakan lirik dan lagu yang disusun berdasarkan informasi umum surat, seperti; nama dan nomor surat, jumlah ayat, kategori Makkiyah-Madaniyah, dan sekilas tentang kadungan yang termuat dalam surat.

Melalui cerita dalam BATANG QURMA, anak-anak akan lebih tertarik mempelajari
dan menganalisa bacaan secara mandiri. Melalui anak-anak tak merasa digurui atau
diceramahi. Melalui cerita, nilai-nilai islami lebih mudah tersampaikan. Mereka akan
dengan senang hati menikmati cerita tanpa sadar dirinya sedang diajarkan tentang sesuatu. Anak-anak diperkenalkan lebih dekat dengan Al-Qur’an dan kandungannya
melalui kisah, seperti menyimak dan membaca kisah-kisah dalam BATANG QURMA.

Selain itu, pengujian pemahaman siswa juga dihadirkan di dalam buku QURMA.
BUAH QURMA dan JUS QURMA, merupakan bagian yang berisi pertanyaan-pertanyan dan kolom jawaban. Adapun DAUN QURMA memuat kajian mufrodat ayat
atau terjemah perkata yang diambil dari surat yang dibahas. Pengembangan literasi diaplikasikan pada bagian AKAR QURMA, dimana siswa diminta menulis ulang kisah dengan bahasa mereka sendiri. Terakhir, pada bagian PELEPAH QURMA, siswa harus menulis ayat.

Selain ranah kognitif, MINAN juga memperhatikan ranah keterampilan siswa. Melalui program POHON QURMA (Panggung Orasi Hiburan dan Obrolan Narrative), siswa diberikan ruang untuk mengaktualisasikan dirinya dalam menampilkan narasi kisah. Program ini menjadi program rutin yang diadakan setiap tiga bulan.

Hadirnya QURMA di MI Narrative Quran diharapkan mampu memberi inspirasi baru dan manfaat di dalam pembelajaran Al-Qur’an di madrasah, untuk menjawab tantangan zaman dan untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat. Dengan begitu, semoga pendidikan agama Islam untuk mencetak generasi Islami, sesuai yang dicita-citakan oleh Kementerian Agama dapat tercapai. (Maghfur)[]

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
2
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
1
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
3
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Muhammad Maghfur Amin
Alumni S1 jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Guru MI Narrative Quran (MINAN), Lamongan. Saat ini menempuh S2 di UIN Sunan Ampel Surabaya pada jurusan yang sama (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir).

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Pendidikan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals