Babak Baru Masker di Indonesia

Babak baru masker di Indonesia telah menyematkan fungsi fashion pada masker, selain sebagai produk kesehatan.


Sumber gambar: klikdokter.com

Sejak pengumuman infeksi Covid-19 pertama di Indonesia, masker menjadi aksesoris yang menemani aktivitas keseharian kita selain handsanitizer. Pembisaan ini akhirnya menjadi rutinitas yang mengubah kehidupan kita dari yang sebelumnya menuju kenormalan baru. Kondisi ini mengantarkan babak baru masker di Indonesia.

Di beberapa negara, masker adalah kebiasaan yang sudah berkembang sejak sebelum pandemi. Hal ini mengingat aktivitas di luar rumah membuat orang harus berhadapan dengan debu dan kuman yang berseliweran. Belum lagi pertemuan dengan orang secara acak dengan berbagai kualitas kesehatan dan kebersihan diri.

Di Indonesia, kualitas udara terutama di lingkungan perkotaan menunjukkan kualitas yang sebenarnya kurang sehat untuk dihirup secara langsung. Namun akibat belum terbiasanya masyarakat memakai masker, sehingga udara yang buruk tetap terlibas tanpa ada rasa salah.

Baca Juga: Era Baru Pasca-Pandemi: Mengembalikan Manusia Ruang yang Mulai Usang

Pandemi dan Budaya Masker di Indonesia

Covid-19 ini mengajarkan pentingnya memakai masker ketika beraktifitas, sehingga membuat memakai masker adalah kewajaran. Hal ini nanti akan terus menjadi pembiasaan ketika pandemi ini telah selesai.

Di awal pandemi, masker dengan jenis medik tiba-tiba menjadi komoditas pokok di masyarakat. Kondisi ini memicu terjadinya kelangkaan di pasaran. Melihat fenomena tersebut, perioritas masker medis berubah untuk memenuhi kebutuhan kalangan medis yang berhadapan langsung dengan pasien positif.

Inovasi Masker

Sejak saat itu masyarakat secara umum harus memiliki alternatif untuk memakai masker dari bahan kain sesuai spesifikasi Kementerian Kesehatan. Pada fase ini masker mulai berkembang dengan berbagai motif dan bentuk berkat kreatifitas masyarakat.

Perkembangan ini memicu munculnya banyak masker sekali pakai non-medik yang bermunculan, seperti evo dan duckbill dengan variasi warnanya. Selain bentuk dan warna masker juga berkembang untuk mengakomodasi kebutuhan masker bagi anak.

Inovasi yang baik itu membuat masker sekali pakai non-medik mulai mendapat penggemar. Hal itu juga terbantu dengan efektivitasnya menangkal bahaya yang akan masuk ke tubuh.

Fashion sebagai Babak Baru Masker di Indonesia

Kebutuhan akan masker yang teresponse dengan inovasi membuat masker tidak hanya sebagai alat pelindung diri tetapi juga menyandang fungsi fashion. Funsi ini menuntut masker untuk mampu menunjang penampilan keseharian.

Penambahan fungsi pada masker ini kemudian memunculkan inovasi yang makin berkembang dengan munculnya aksesoris. Aksesoris pendukung yang telah muncul adalah konektor dan strap.

Konektor berfungsi menjadikan masker dengan earloop (tali di telinga) bisa berubah menjadi headloop (tali di kepala) terutama untuk kebutuhan pemakai hijab. Walaupun banyak masker headloop beredar di pasaran namun konektor menyediakan flesibilitas bagi pengguna.

Selain konektor terdapat strap yang berfungsi menjadi gantungan bagi masker saat di lepas. Hal ini membuat orang dapat dengan mudah melepas dan memakai kembali maskernya. Serta terdapat juga penggabungan antara keduanya dengan munculnya strap yang bisa berfungsi sebagai konektor.

Baca Juga: 3 Kreativitas yang Harus Dimiliki Guru dalam Pembelajaran Daring

Masker sebagai Kenormalan Baru

Tren ini akan membudayakan pentingnya masker yang terpromosikan dengan fungsinya sebagai fashion. Ke depan saya yakin inovasi semakin banyak, mengingat masker hari ini masih berkembang. Terlebih  tren masker fashion baru berjalan belum lama. Dengan penuh harapan Inovasi ke depannya tetap mengusung aspek fungsional sebagai produk kesehatan.

Namun, aspek lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah gaya hidup sehat karena akan membuat tubuh lebih kuat menghadapi beragam penyakit. Mengingat perusakan alam, junk food, dan budaya buruk lainya berpotensi membawa variasi penyakit baru.

Ngomong-ngomong inovasi apa ya yang ke depan muncul sebagai jawaban produsen masker untuk mengurangi efek sampah dari masker yang telah purna pakai?

Editor: Ainu Rizqi

_ _ _ _ _ _ _ _ _
Catatan: Tulisan ini murni opini penulis, redaksi tidak bertanggung jawab terhadap konten dan gagasan. Saran dan kritik silakan hubungi [email protected]

Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!

Ahmad Mufarrih El Mubarok
Tim Redaksi Artikula.id | Kordinator Departemen Jaringan Sekolah dan Pondok Pesantren Pimpinan Anak Cabang IPNU Panceng Gresik.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Perspektif

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals