Musrenbang RKPD 2021 Fokus pada Pemantapan Inovasi Pembangunan Pelalawan

Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Musrenbang RKPD Tahun 2021 di Gedung Daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci pada 11 Maret 2020 lalu.


PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021 di Gedung Daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci pada 11 Maret 2020 lalu.

Musrenbang RKPD yang dibuka secara resmi oleh Bupati Pelalawan, H.M. Harris ini mengusung tema “Pemantapan inovasi pembangunan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dan masyarakat yang aman dan sejahtera.”

Bupati Pelalawan dalam sambutannya mengatakan bahwa RKPD Perencanaan Tahun 2021 merupakan implementasi tahun terakhir kebijakan Pembangunan Kabupaten Pelalawan periode 2016-2021 dengan visi pembangunan Inovasi Menuju Pelalawan Emas (Ekonomi, Mandiri, Aman dan Sejahtera).

Mantan Ketua DPRD Pelalawan ini kembali menekankan pada tahun 2021 yang akan datang, pembangunan diarahkan pada penyempurnaan seluruh program pembangunan sesuai sasaran dan target kerja masing-masing sehingga pada akhirnya sasaran 5 tahun yang ditetapkan dapat terwujud.

“Program dan kegiatan yang mendukung 7 program prioritas pembangunan dan pencapaian misi lainnya harus benar-benar dipastikan penyelesaiannya sesuai target yang ada dan berfungsi dengan baik. Tahun 2021 merupakan akhir masa jabatan kami selaku Bupati Pelalawan,” tutur Bupati.

Capaian Target Indikator Komposit. Keberhasilan pencapaian visi melalui 7 Prioritas Strategis Pembangunan tersebut pada tahun terakhir ini yakni laju pertumbuhan ekonomi 4,50 %, tingkat pengangguran terbuka 3,66 %, tingkat kemiskinan 9,10%, point IPM 73,69 serta point dan indeks inovasi daerah 7,24.

Oleh sebab itu program dan kegiatan yang dirumuskan di dalam RKPD 2021 adalah program atau kegiatan yang mewujudkan pencapaian indikator komposit dimaksud dan dilaksanakan oleh perangkat daerah sesuai kewenangan. Tugas pemerintah daerah itu adalah melaksanakan pembangunan dan memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat maksimal.

"Selama ini kita fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan perbaikan ekonomi masyarakat. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah mengharuskan kita menilai, memilih dan melaksanakan program/kegiatan yang betul-betul dapat mewujudkan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat tersebut secara efektif dan efisien," kata Harris.

Sebagai pusat unggulan pengembangan komoditi kelapa sawit yang menjadi sumber ekonomi utama di Kabupaten Pelalawan bahkan di Provinsi Riau dan Sumatera, maka Teknopolitan Pelalawan ini dipercaya akan menjadi faktor penentu yang akan mendorong industri kelapa sawit sebagai sumber kesejahteraan di Indonesia. 

Saat ini, lanjut Harris, Pelalawan ditetapkan sebagai lokasi pilot proyek pembangunan pabrik Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis Kelapa Sawit. Segala macam persiapan sudah kita lakukan, mulai dari penyiapan petani dan kebun yang akan memasok buah sawit, menyiapkan lahan pabrik, sampai dengan menyiapkan manajemen pengelolaan dan perusahaan pengelola.

Kalau nanti pilot proyek ini betul-betul terwujud, maka proyek prioritas strategis nasional yakni pembangunan energi terbarukan BBN Berbasis Kelapa Sawit sebagaimana ditetapkan di dalam RPJMN 2019–2024, salah satunya akan dimulai dari daerah ini.

Mantan Ketua Adkasi ini menekankan Pembangunan pilot proyek BBN di Pelalawan ini akan berpusat di kawasan Teknopolitan, dengan tetap mengembangkan daerah penyanggah lainnya di berbagai kecamatan di Pelalawan.

Untuk lebih memaksimalkan pengembangan BBN di Kawasan Teknopolitan itu maka perlu akselerasi berbagai upaya dan aktifitas, terutama pembangunan infrastruktur pendukung, paralel dengan upaya pengembangan investasi.

Ia juga mengatakan bahwa pembangunan industri hilir kelapa sawit di kawasan Teknopolitan Pelalawan ini tidak hanya akan menjadi Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Pelalawan saja, tetapi juga akan menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Provinsi Riau.

Dari sisi kewilayahan, pembangunan Teknopolitan Pelalawan itu tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari 3 Kawasan Strategis Kabupaten Pelalawan lainnya yakni; Kawasan Wisata Bono, Kawasan Sentral Pengembangan Padi Pulau Mendol dan Kawasan Pelabuhan Sokoi.

“Keempat Kawasan Strategis ini menjadi poros ekonomi Pelalawan yang terbentang dari barat ke timur, dan terakses ke Selat Melaka, sebagai alur pelayaran internasional terpadat di dunia itu," tutup Bupati Harris.

Musrenbang RKPD ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pelalawan H. Zardewan, Ketua DPRD Adi Sukemi, Anggota DPRD Provinsi Riau Daerah Pemilihan Pelalawan dan Siak, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pelalawan, Dr. Amalia Adininggar Widyasanti, ST. M.Si., Staf Ahli Kepala Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Nurul Ichwan, SE., Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM, Sekdakab Pelalawan Tengku Mukhlis, Fungsional Bappeda Propinsi Riau, Ketua Penggerak PKK Kabupaten Pelalawan Hj.Ratna Mainar Harris.

Musyawarah ini juga turut diikuti oleh para kepala OPD se-Kabupaten Pelalawan, para camat, kokoh masyarakat, ketua lembaga adat, pimpinan Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Organisasi Wanita, Organisasi Pemuda, Organisasi Mahasiswa serta Pimpinan Perusahaan.(Adv/Apon)

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
0
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Redaksi

Legend

Akun resmi tim redaksi Artikula.id

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Advertorial

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals