Tertegun
Nikmat mana lagi yang tak didapati sang santri
Lahir dari keluarga bangsawan di satu sisi, dan di sisi lain tumbuh dari pesantren tradisional, telah membentuk dirinya mampu menjaga harmoni antara Islam dan Jawa.
Agama, adat, budaya, cinta, perlawanan, pertemanan, pergerakan, modernisme, tradisionalisme serta nasionalisme menjadi perbincangan yang hangat dalam novel ini.
Kitab kuning diharapkan menemui ruang kontekstualisasi pada kehidupan sosial. Sembari menghilangkan paradigma kaku dalam memahami kitab kuning
Tebar proposal sana-sini bukan hanya mengerdilkan integritas pesantren, namun juga menciutkan tradisi pendidikan Islam yang luhur