Menjadi Partner yang Menyejukkan

Seseorang yang berdasar Islam memandang bahwa kemarahan pasangannya merupakan romantika dalam menjalin cinta.


Salah satu bakat yang harus dimiliki oleh seorangmuslim/muslimah adalah kemampun mendinginkan suasana yang panas di dalam rumah tangga. Oleh karena itu sepasang suami-istri harus belajar dari akhlak nabi dan istri-istrinya yang senantiasa sabar. Dengan demikian jika suatu ketika terjadi permasalahan yang memuncak seperti adanya kemarahan suami, istri mampu menyelesaikan dengan cara yang bijaksana, begitu juga sebaliknya.

Setiap manusia sekali waktu pasti mengalami rasa tidak senang. Dari rasa tidak senang timbul kemarahan. Dalam kondisi marah inilah pasangan terkadang menjadi pelampiasan kemarahan. Hal itu wajar saja selama kemarahan itu tidak destruktif. Seseorang hendaknya menyadari kondisi pasangannya agar keharmonisan tetap terjaga. Sekali waktu diperlukan suasana tegang asalkan ketegangan itu tidak kebablasan. Seseorang yang berdasar Islam memandang bahwa kemarahan pasangannya merupakan romantika dalam menjalin cinta. Jika ia mampu menyadarkan pasangannya tentu kemesraan baru menjadi miliknya.

Akan ada suasana baru setelah terjadi pertengkaran dan kembali dalam kehangatan. Kasih sayang seorang lelaki setelah mereda kemarahannya menjadi lebih menyenangkan. Seorang muslim/muslimah harus berdaya upaya untuk menghibur. Meredakan kemarahan pasangan adalah kewajiban yang bisa mendapatkan pahala dari sisi Allah. Allah menjadikan pahala dalam hal itu karena ada alasannya. Jika pasangan mampu meredakan amarah suaminya berarti ia menyelamatkan bahtera rumah tangganya. Inilah yang menjadi tujuan sehingga Allah memberi pahala bagi istri-istri yang membuat suami senang hatinya.

Tidaklah sulit bagi seseorang yang ingin mengetahui apakah pasangannya sedang sakit hati dan marah. Dari raut wajahnya sudah kelihatan misalnya tampak masam dan cemberut. Kalau sudah demikian seorang muslim/muslimah harus berpikir untuk menemukan cara bagaimana agar dapat mengetahui isi hati pasangannya. Jika ia merasa tidak pernah menjadi penyebab kemarahan pasangannya, maka segeralah bertanya dengan cara baik-baik. Carilah waktu yang tepat.

Seseorang yang cerdas dan pandai mengambil hati, maka pasangannya dengan mudah akan berkenan menceritakan keluh kesahnya. Apabila sudah terbuka maka dengan perlahan-lahan mendiskusikan tentu saja sebagai partner harus turut memahami perasaannya. Seandainya masalah yang dihadapi pasangan itu karena faktor dari luar maka setidak-tidaknya ia harus bisa memberi saran.

Seseorang yang menganggap pasangannya sebagai teman hidup tentu akan membuka diri dan menceritakan setiap masalahnya. Dia akan membagi perasaan dan berharap agar pasangannya dapat menyumbang pemikiran untuk memecahkan masalah. Namun seringkali perasaan marah membuat seseorang pasangan menutup diri dan enggan menceritakan pada pasangannya. Tetapi keadaan itu tidak akan berlangsung lama jika pasangannya mau mencoba menyibak tabir hatinya. Suasana akan mencair dengan sendirinya dan ia pun tidak segan-segan mengeluhkan masalahnya. Kalau sudah demikian, seorang pasangan harus bisa berperan sebagai penasehat. Itulah yang harus dilakukan. Tapi jangan sekali-kali terkesan menggurui. Siapapun dan macam mana pun orangnya tidak akan suka dinasehati oleh pasangannya seperti guru sekolah dasar mengajari muridnya.

Kata-kata seseorang terkadang memunculkan masalah sehingga pasangannya menjadi tersinggung dan marah. Celakanya kalau pasangannya sudah marah begitu, terkadang ia justru ikut “menyiram api dengan bensin”. Artinya ia semakin menyulut kemarahan. Maka seorang muslim/muslimah harusnya berusaha untuk menutup kelemahan atau kekurangan pasangannya dalam pembicaraan apapun kelemahan pasangan atau kelemahan keluarganya tidak perlu disinggung-singgung. Apa artinya mengungkit-ungkit masalah yang tidak berarti bahkan akan memunculkan suatu kemarahan baru. Lalu bagaimana cara agar bisa mengatasi kemarahan pasangan dengan tepat?

Berikan dia sedikit waktu

Ketika pasangan semakin marah dan keadaan sudah tidak lagi terkontrol dan Anda terus menanggapi sikap pasangan Anda ini dengan serius, ini hanya akan semakin memperkeruh keadaan saja. Cobalah untuk menenangkan diri masing-masing terlebih dahulu. Dan berikan pasangan Anda sedikit waktu untuk menghirup udara segar dan menenangkan kembali pikirannya, agar dia bisa berpikir jernih. Dengan melakukan ini Anda dapat meredakan emosi dan amarahnya tanpa Anda merasa perasaan Anda tersakiti.

Biarkan dia mencurahkan isi hatinya

Ketika pasangan sedang marah, jangan memotong ucapannya, mengkritiknya atau bahkan membalas perkataannya dengan kalimat-kalimat yang penuh emosi pula. Karena ini hanya akan membuatnya semakin marah. Jika pasangan sedang marah Anda sebagi istri/suami harus menjadi lebih bijaksana dan memahami perasaan pasangan Anda. Cobalah untuk menenangkan suasana dengan membiarkannya mencurahkan isi hatinya dan meluapkan emosi yang dirasakannya.

Berbicara pada waktu yang tepat

Bila pasangan Anda sedang marah, mungkin sebaiknya jangan langsung mengajaknya berbicara atau mendiskusikan keadaan yang terjadi. Karena ketika seseorang sedang marah, emosi mereka tidak dapat terkontrol, mereka cenderung tidak dapat berpikir dengan jernih, dan juga tidak dapat mendengarkan kata hatinya karena hanya menggunakan logika saja. Untuk itu, tunggulah waktu yang tepat untuk mengajaknya berbicara yaitu di saat keadaannya sudah terlihat tenang.

Memberikan pelukan mesra

Sebuah pelukan selalu dapat mendamaikan hati seseorang. Ketika pasangan Anda mulai mendahulukan emosinya, sementara Anda enggan untuk beradu argumen, langsunglah memeluknya dan mengucapkan kalimat penyesalan yang penuh kemesraan seperti, “aku mencintaimu sayang”, “maafkan aku sayangku”, atau “aku akan berusaha lebih baik lagi menjadi istrimu”, dan kalimat manis lainnya. Peluklah dia selama beberapa saat sambil mengelus-elus tubuhnya. Dijamin pelukan mesra ini dapat meluluhkan hatinya dan membuatnya lupa akan kemarahan yang tadi dirasakannya.

Melakukan hal-hal yang dapat menyenangkan hatinya

Di kala pasangan sedang marah, cara lainnya yang dapat meluluhkan hatinya dan mengembalikan senyumannya adalah dengan melakukan hal-hal yang dapat menyenangkan hatinya. Misalnya, memberikannya kejutan istimewa dengan menyiapkan makan malam romantis, berdandan secantik mungkin tidak seperti biasanya sambil merayunya, memberikannya hadiah suatu benda yang telah lama diinginkannya, memberikan pelayanan terbaik baginya dengan melakukan apa saja yang dibutuhkannya seperti, menyiapkan air panas untuk mandi, memijatnya, membuatkannya minuman hangat, dan masih banyak lagi.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
0
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
1
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Iin Erinda Sari
Iin Erinda Sari, Amd. adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang suka menulis, menetap di Lamongan, Jawa Timur.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Ulasan

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals