Al-Qur’an Berwajah Puisi dan Al-Qur’an Bacaan Mulia H. B. Jassin
“Perhatian saya kian lama kian mendalam kepada al-Qur’an. Tidak saya biarkan satu hari berlalu yang saya tidak membacanya. Saya renungkan ayat demi ayat!”
“Perhatian saya kian lama kian mendalam kepada al-Qur’an. Tidak saya biarkan satu hari berlalu yang saya tidak membacanya. Saya renungkan ayat demi ayat!”
di dalam sholawat tersebut disisipkan doa-doa agar siapapun yang membacanya dan mendengarnya selalu menjadikan syiar-syiar Islam sebagai tujuan utama dalam berjuang
Era abad kedua dalam sejarahnya menghasilkan epistemologi keilmuan yang tidak mendikotomikan antara hadis dan fiqih
Secara teologis, Islam adalah sistem nilai dan ajaran yang bersifat Ilahiah dan karena itu sekaligus bersifat transenden.
Buya Hamka menuturkan bahwa kekuatan dan keistimewaan Al-Qur’an terjadi pada pembacaannya.