-
Ahmad Mufarrih El Mubarok wrote a new post, Kaleidoskop Indonesiaku yang Sumbu Pendek 5 tahun, 6 bulan lalu
Kaleidoskop Indonesiaku yang Sumbu Pendek 1: PKI dan Bulan September
Kita buka kaleidoskop Indonesiaku yang sumbu pendek dengan tema rutin tiap bulan September. Yaitu kebangkitan komunisme dan peringatan […]
-
Sukma Wahyuni wrote a new post, Polemik RUU Omnibus Law Cipta Kerja: Perjuangan yang Belum Berakhir 5 tahun, 6 bulan lalu
Pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 5 Oktober lalu mengundang beragam reaksi. RUU ini (dalam Bab II Pasal 4) mengatur kebijakan meliputi: 1). Peningkatan ekosistem […]

-
Redaksi wrote a new post, Film Unfinished Indonesia: Merajut Kesatuan dalam Kebhinnekaan 5 tahun, 6 bulan lalu
Badan Penelitian, Pengembangan, dan Pelatihan Kementerian Agama (Kemenag RI) bekerja sama dengan Konsorsium Studi Agama Indonesia (ICRS), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Asosiasi Peneliti Agama […]

-
Roni Ramlan, M.Ag dan
Siti Robikah sekarang adalah kawan 5 tahun, 7 bulan lalu -
Ainu Rizqi dan
Naufal Dwi Putra Agusti sekarang adalah kawan 5 tahun, 7 bulan lalu -
Sukma Wahyuni wrote a new post, Hakikat Kebahagiaan dalam Filosofi Teras 5 tahun, 7 bulan lalu
Berawal dari kejenuhan mengerjakan tugas akhir, membaca buku berjudul Filosofi Teras adalah pelarian yang tak terlalu buruk, pikirku. Mata yang memerah karena terus-menerus memandangi laptop mulai menunjukkan […]

-
Roni Ramlan, M.Ag membalas 5 tahun, 7 bulan lalu
Mantul. Btw, tatkala menyicipi setiap kalimat dari tulisan itu aku berani menyebutkan kalau lahirnya tulisan ini tidak lain adalah wujud katarsis penulis. Selain itu aku mengendus bau frustasi dan depresi yang dirasakan oleh penulisnya lho. Barang kali itu efek samping bergumul dengan tugas terakhir bagi mahasiswa yang ada di semester akhir.
Ohya, membincang tentang kebahagian memang tidak melulu berpusat pada kuantitas materi. Kalau menurutnya Ibnu Miskawaih, Sa’adah (kebahagian) itu muncul bukan lantaran kontrol atas mindset semata, melainkan bermula dari bagaimana manusia mampu mengendalikan jiwa yang berparas nafsu yang bergejolak di dada, yang kemudian diseimbangkan dengan penggunaan akal secara optimal. Nah, sebagai tanda dari adanya kebahagian di dalam diri personal tersebut, maka akan tampil dari perbuatan-perbuatan luhur yang senantiasa dikerjakannya. Insan kamil sebagai representasinya. sebagai contoh dalam realitas kehidupan salah satu dari tanda kebahagiaan itu dengan adanya sikap syukur, qona’ah, kasih sayang, cinta dan ikhlas. Bagimanapun hidup itu sawang sinawang, masing-masing kita tidak pernah mampu memukul rata “sama” setiap upaya manusia menjalani kehidupan.
-
-
Ahmad Mufarrih El Mubarok wrote a new post, SJW Feminis 5 tahun, 7 bulan lalu
Belakangan ini jagat maya tersusupi orang yang menyatakan diri sebagai seorang SJW feminis. Kelompok ini sering menyerang pengguna media sosial yang membuat postingan berbau seksis. Oleh karena itu warganet sering […]

-
Roni Ramlan, M.Ag membalas 5 tahun, 7 bulan lalu
Membaca tulisan di atas mengingatkan saya pada teori ordinary leanguge Ludwig Wittgenstein. Disadari atau tidak, penggunaan bahasa yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari akan lebih mampu dicerna oleh semua kalangan. Bukankah orang yang mampu menyederhanakan persoalan yang sukar dan pelik ke dalam bahasa yang sederhana adalah lebih utama? begitu juga sebaliknya. Mungkin cara penyampaian ide pokok itu akan lebih menarik lagi tatkala dibenturkan dengan pandangan Ludwig atau mungkin dengan hermeneutika ala Paul Ricoeur. Selain itu, penyentilan atas kampaye pendidikan seksual mungkin akan lebih menarik lagi tatkala dikaitkan dengan peran dan fungsi BKKBN. Mohon maaf dan terimakasih.
-
Siap, makasih masukannya…
-
-
-
Ainu Rizqi wrote a new post, Membaca Keabadian Chairil Anwar 5 tahun, 7 bulan lalu
“…Dan aku akan lebih tidak peduli,
Aku mau hidup seribu tahun lagi…”− Penggalan puisi “Aku” yang ditulis Chairil pada bulan Maret 1943.Sejak mengenyam bangku sekolah dasar, nama Chairil Anwar tentu tak asing […]

-
Roni Ramlan, M.Ag membalas 5 tahun, 7 bulan lalu
Seandainya Chairil Anwar masih hidup di era disrupsi ini mungkin standaritas ideal mahasiswa pun akan berbeda. Setidaknya dalam menggoreskan proses kehidupan masing-masing manusia itu lebih bernyawa. Tidak sebatas mejadi penggemar quote-quote semata.
-
Danirizqi membalas 4 tahun lalu
Ainu, Chairil Anwar masa kini, eaaa
-
-
Roni Ramlan, M.Ag wrote a new post, Sindrom FOMO: Memahami Dampak dan Upaya Mengatasinya 5 tahun, 7 bulan lalu
Dua pekan yang lalu istilah FOMO menjadi salah satu trending topik di Twitter. Satu istilah yang sempat booming di tahun 2018, namun masih benar-benar menjadi tamu baru bagi kedua telinga saya.
Rasa penasaran […]

-
Maula Sari wrote a new post, 5 Tata Krama dalam Menyambut Suami dari Lelahnya Bekerja 5 tahun, 8 bulan lalu
Salah satu sikap teladan bagi seorang istri untuk suaminya ialah menyambut suami dengan sambutan yang membahagiakan hatinya. Sambutan itu akan sangat berpengaruh untuk suami yang telah banyak bekerja di luar […]

-
Ahmad Mufarrih El Mubarok wrote a new post, Mendidik dengan Quality Time 5 tahun, 8 bulan lalu
Orang tua perlu mendidik anak dengan penuh perhatian, salah satunya dengan cara memperhatikan tiap fase perkembangannya dengan Quality Time. Orang tua sebagai bagian dari keluarga inti, memiliki tanggungjawab […]

-
Sukma Wahyuni wrote a new post, Membumikan Nilai Pluralisme dan Multikulturalisme 5 tahun, 8 bulan lalu
Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara plural dan multikultural. Komposisi penduduk dengan beragam budaya, etnis, suku, agama, ras dan bahasa menjadikan wajah Indonesia kaya akan […]

-
Ainu Rizqi wrote a new post, Andai Sunan Kalijaga Hidup Lagi 5 tahun, 8 bulan lalu
Sunan Kalijaga atau yang memiliki nama asli Raden Mas Said merupakan salah satu dari Walisongo yang cukup masyhur kala itu bahkan hingga kini. Siapa yang masih merasa asing dengan nama Sunan Kalijaga? Jika ada, […]

-
Sukma Wahyuni wrote a new post, Tentang Revina: “Your Insecurity is Your Problem” 5 tahun, 8 bulan lalu
Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial menjadi “realitas kedua” yang menggambarkan kehidupan nyata penggunanya. Dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, media sosial semakin digemari oleh lintas gen […]

-
Roni Ramlan, M.Ag dan
M Ridho Muslim Goffar sekarang adalah kawan 5 tahun, 8 bulan lalu -
Ahmad Mufarrih El Mubarok wrote a new post, Rabuk Sikil dan Lereng Merapi 5 tahun, 8 bulan lalu
KKN Pengenalan Tegalrejo
Momentum Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengantarkan kami untuk bermukim di dusun Tegalrejo selama sebulan. Sebuah dusun kecil di lereng merapi dengan bentang alam yang asri dan kultur […]
-
Roni Ramlan, M.Ag dan
Ainu Rizqi sekarang adalah kawan 5 tahun, 8 bulan lalu -
Moh. Jabir wrote a new post, Kejanggalan Akhir-Akhir Ini 5 tahun, 8 bulan lalu
Akhir-akhir ini banyak sekali isu-isu yang ramai diperbincangkan oleh publik, baik di media sosial maupun di obrolan-obrolan kecil emak-emak. Isu-isu tersebut bermunculan karena adanya hal-hal yang masih agak […]

-
Sukma Wahyuni wrote a new post, Apa Kabar Media Sosial Kita? 5 tahun, 8 bulan lalu
Tak diragukan lagi bahwa saat ini kita sangat akrab dengan media sosial. Tidak memandang usia, dari anak-anak, remaja hingga dewasa dapat dikatakan tidak terlepas dari media sosial.
Dalam sebuah survei […]

-
Ahmad Mufarrih El Mubarok wrote a new post, Bu Tedjo dan Refleksi Kedewasaan Berinternet 5 tahun, 8 bulan lalu
Belakangan ini jagat sosial media twitter ramai oleh #BuTedjo. Tagar ini mencuat sejak ada unggahan film pendek berjudul Tilik di Youtube. Film produksi Racavana ini mengisahkan tentang kondisi masyarakat kampung […]

- Muat lagi
