Active 4 tahun, 4 bulan lalu Khairul Huda

@khairulhuda

Rank: Warrior

Member since 4 Januari 2020

Total Reads: 460
Total Posts: 1
Total Points: 6
  • Berawal dari kejenuhan mengerjakan tugas akhir, membaca buku berjudul Filosofi Teras adalah pelarian yang tak terlalu buruk, pikirku. Mata yang memerah karena terus-menerus memandangi laptop mulai menunjukkan […]

    • Mantul. Btw, tatkala menyicipi setiap kalimat dari tulisan itu aku berani menyebutkan kalau lahirnya tulisan ini tidak lain adalah wujud katarsis penulis. Selain itu aku mengendus bau frustasi dan depresi yang dirasakan oleh penulisnya lho. Barang kali itu efek samping bergumul dengan tugas terakhir bagi mahasiswa yang ada di semester akhir.
      Ohya, membincang tentang kebahagian memang tidak melulu berpusat pada kuantitas materi. Kalau menurutnya Ibnu Miskawaih, Sa’adah (kebahagian) itu muncul bukan lantaran kontrol atas mindset semata, melainkan bermula dari bagaimana manusia mampu mengendalikan jiwa yang berparas nafsu yang bergejolak di dada, yang kemudian diseimbangkan dengan penggunaan akal secara optimal. Nah, sebagai tanda dari adanya kebahagian di dalam diri personal tersebut, maka akan tampil dari perbuatan-perbuatan luhur yang senantiasa dikerjakannya. Insan kamil sebagai representasinya. sebagai contoh dalam realitas kehidupan salah satu dari tanda kebahagiaan itu dengan adanya sikap syukur, qona’ah, kasih sayang, cinta dan ikhlas. Bagimanapun hidup itu sawang sinawang, masing-masing kita tidak pernah mampu memukul rata “sama” setiap upaya manusia menjalani kehidupan.

  • Belakangan ini jagat maya tersusupi orang yang menyatakan diri sebagai seorang SJW feminis. Kelompok ini sering menyerang pengguna media sosial yang membuat postingan berbau seksis. Oleh karena itu warganet sering […]

    • Membaca tulisan di atas mengingatkan saya pada teori ordinary leanguge Ludwig Wittgenstein. Disadari atau tidak, penggunaan bahasa yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari akan lebih mampu dicerna oleh semua kalangan. Bukankah orang yang mampu menyederhanakan persoalan yang sukar dan pelik ke dalam bahasa yang sederhana adalah lebih utama? begitu juga sebaliknya. Mungkin cara penyampaian ide pokok itu akan lebih menarik lagi tatkala dibenturkan dengan pandangan Ludwig atau mungkin dengan hermeneutika ala Paul Ricoeur. Selain itu, penyentilan atas kampaye pendidikan seksual mungkin akan lebih menarik lagi tatkala dikaitkan dengan peran dan fungsi BKKBN. Mohon maaf dan terimakasih.

  • Orang tua perlu mendidik anak dengan penuh perhatian, salah satunya dengan cara memperhatikan tiap fase perkembangannya dengan Quality Time. Orang tua sebagai bagian dari keluarga inti, memiliki tanggungjawab […]

  • Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara plural dan multikultural. Komposisi penduduk dengan beragam budaya, etnis, suku, agama, ras dan bahasa menjadikan wajah Indonesia kaya akan […]

  • Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial menjadi “realitas kedua” yang menggambarkan kehidupan nyata penggunanya. Dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan, media sosial semakin digemari oleh lintas gen […]

  • KKN Pengenalan Tegalrejo
    Momentum Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengantarkan kami untuk bermukim di dusun Tegalrejo selama sebulan. Sebuah dusun kecil di lereng merapi dengan bentang alam yang asri dan kultur […]

  • Tak diragukan lagi bahwa saat ini kita sangat akrab dengan media sosial. Tidak memandang usia, dari anak-anak, remaja hingga dewasa dapat dikatakan tidak terlepas dari media sosial.

    Dalam sebuah survei […]

  • Belakangan ini jagat sosial media twitter ramai oleh #BuTedjo. Tagar ini mencuat sejak ada unggahan film pendek berjudul Tilik di Youtube. Film produksi Racavana ini mengisahkan tentang kondisi masyarakat kampung […]

  • Indonesia pada tahun 2020 ini telah mencapai usia 75 tahun. Untuk itu mari merefleksikan kemerdekaan yang telah berpuluh tahun ini.
    Merefleksikan 75 Tahun Kemerdekaan Indonesia
    Usia 75 tahun bagi negara, terbilang […]

  • Artikel yang ditulis oleh Mas Muhammad Jabir beberapa waktu lalu mengulas soal memahami perempuan yang tak kalah rumitnya dari filsafat menjadi salah satu artikel yang sangat diminati, ini ditandai dengan jumlah […]

  • Pada Jumat 24 Juli 2020 Hagia Sophia yang dulunya berfungsi sebagai museum, berubah menjadi masjid. Sebagaimana keputusan Dewan Kehakiman Turki. Perubahan Hagia Sophia ini mengembalikan kembali ingatan tetang masa […]

  • Isu klepon dan kurma menjadi perbincangan hangat di media sosial beberapa waktu lalu. Pasalnya, keduanya dikait-kaitkan menjadi kriteria makanan yang sesuai dengan salah satu pandangan agama. Pandangan agama Islam […]

  • Kedatangan virus Corona membuat seluruh sendi kehidupan manusia berubah dan menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Salah satunya dengan menyebar informasi seputar pandemi sosial media dan memanfaatkan lahan di […]

  • Akhir-akhir ini, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) kembali diperbincangkan. Pasalnya, RUU ini dikabarkan hengkang dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020.

    Tentu saja hal […]

    • Hai Sukma, saya ingin tanya, lantas penamaan golongan kiri dan kanan ini datangnya dari mana? Coba dijabarkan dulu. Lalu feminis itu banyak turunannya, lantas dalam tulisan ini, feminis mana yang dimaksud? Izin menambahkan, RUU PKS ini tdk hanya fokus pd korban perempuan, justru menormalisasi bhw siapapun (termasuk laki-laki) bisa juga jadi korban; dan pelaku juga bisa siapa saja, termasuk perempuan manipulatif yang patriarkis. Salam.

      • Hai Kak Aprianti, sebelumnya terimakasih sudah bersedia membaca artikel saya ini :). Penamaan golongan kiri dan kanan dalam tulisan ini murni dari pendapat saya sendiri berdasarkan pengamatan yang saya lakukan, hanya sebagai gambaran bahwa keduanya berseberangan pendapat. Padahal keduanya memiliki semangat yang sama: perempuan harus dilindungi. Feminis dalam tulisan ini tidak spesifik merujuk terhadap salah satu turunan feminis, karena menurut saya semangat semua turunan tersebut sama-sama membela ketertindasan dan ketidakadilan dalam masyarakat… Lagi-lagi ini hanya resepsi saya dengan proses belajar saya selama ini, oleh karena itu terimakasih penambahan dari Kakak, saya akan terus belajar lagi untuk memperbaiki pemahaman saya yang belum tepat. Salam Kak Aprianti :).

  • Sukma Wahyuni's profile was updated 5 tahun, 11 bulan lalu

  • Tidak lama setelah diberlakukannya himbauan #dirumahsaja sejak pengumuman kasus pertama korona beberapa bulan lalu, muncul sebuah kampanye yang sempat viral di media sosial dengan tagar #PositifkanIstri, yang juga […]

    • Membacanya, Saya jadi teringat dengan pembahasan-pembahasan adabul zaujah dalam kitab Uqud dulujain yang penuh dengan stigmatif, subordinasi dan sistem opresi yang dilanggengkan dengan cara mengambinghitamkan agama. Untungnya, kajian-kajian tentang kitab Uqud dulujain yang berjenis kelamin laki-laki itu dinetralisir kembali oleh K. H. Husen Muhammad (founding father fahmina Institute). Di satu pihak beberapa karya Nasaruddin Umar juga turut berkontribusi dalam menafsirkan ayat dan hadits yang bias gender. Belum lagi ditambah dengan kerenyahan kajian menarik yang disodorkan oleh Ibu Musdah Mulia dalam karyanya “Muslimah Reformis”.

  • Pandemi Corona masih berlanjut di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Saat ini, di Indonesia terhitung sebanyak lebih dari 40.000 kasus pasien positif dan meninggal mencapai angka 2.200 lebih (data per 17 […]

  • Muat lagi