<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ARTIKULA.ID | Aprianti | Activity</title>
	<link>https://artikula.id/penulis/kepalamedusa/activity/</link>
	<atom:link href="https://artikula.id/penulis/kepalamedusa/activity/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<description>Umpan Aktivitas untuk Aprianti.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 20:42:22 +0700</lastBuildDate>
	<generator>https://buddypress.org/?v=10.6.0</generator>
	<language>id</language>
	<ttl>30</ttl>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>2</sy:updateFrequency>
	
						<item>
				<guid isPermaLink="false">7be2002bbebe4525959ecc6102f33bfb</guid>
				<title>Aprianti published "Story"</title>
				<link>https://artikula.id/activity/p/7084/</link>
				<pubDate>Sat, 18 May 2024 01:32:11 +0700</pubDate>

									<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://artikula.id/kepalamedusa/seluk-beluk-hukum-melakukan-aborsi-di-indonesia/" rel="nofollow ugc">Seluk Beluk Hukum Melakukan Aborsi di Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
				
									<slash:comments>0</slash:comments>
				
							</item>
					<item>
				<guid isPermaLink="false">b1843ce89a333c43a8340eba149d0bb3</guid>
				<title>Aprianti published "Story"</title>
				<link>https://artikula.id/activity/p/7072/</link>
				<pubDate>Sat, 18 May 2024 01:21:09 +0700</pubDate>

									<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://artikula.id/kepalamedusa/pernikahan-dini-dan-hak-hak-anak-yang-dilanggar/" rel="nofollow ugc">Pernikahan Dini dan Hak-Hak Anak yang Dilanggar</a></p>
]]></content:encoded>
				
									<slash:comments>0</slash:comments>
				
							</item>
					<item>
				<guid isPermaLink="false">66b2d63342be6748efe2b83ccefa962c</guid>
				<title>Aprianti wrote a new post, Pernikahan Dini dan Hak-Hak Anak yang Dilanggar</title>
				<link>https://artikula.id/?p=12678</link>
				<pubDate>Thu, 20 Aug 2020 09:30:33 +0700</pubDate>

									<content:encoded><![CDATA[<p>Pernikahan dini langgeng di Indonesia karena ada dimensi aturan hukum di Indonesia yang ambigu dan masih saja tidak menghormati hak tumbuh anak. Pada UU Perkawinan No. 1 Thn 1974 tentang Perkawinan disebutkan [&hellip;] <img loading="lazy" src="https://artikula.id/wp-content/uploads/2020/08/df-min.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
				
									<slash:comments>0</slash:comments>
				
							</item>
					<item>
				<guid isPermaLink="false">9f3227504e5cff8172129fd94b83788d</guid>
				<title>Aprianti mengirimkan komentar aktivitas baru</title>
				<link>https://artikula.id/kepalamedusa/seluk-beluk-hukum-melakukan-aborsi-di-indonesia/#comment-9594</link>
				<pubDate>Wed, 19 Aug 2020 04:20:58 +0700</pubDate>

									<content:encoded><![CDATA[<p>Wah! Terima kasih ya untuk koreksi cara penulisannya. Sangat berguna bagi saya.</p>
<p>Terima kasih juga poin masukan terkait pengulangan ide dan korelasi antar paragraf. Anggap saja tulisan terkait aborsi aman ini jadi pemantik bagi pembaca. Harapan saya dari tulisan ini, terpaksa atau tercerahkan, maksud akhir ya terserah pembaca. Kalau menurut Anda&hellip;<span class="activity-read-more" id="activity-read-more-4536"><a href="https://artikula.id/kepalamedusa/seluk-beluk-hukum-melakukan-aborsi-di-indonesia/#comment-9594" rel="nofollow ugc">[Baca selengkapnya]</a></span></p>
				<strong>Atas balasan kepada</strong> -
				<a href="https://artikula.id/penulis/kepalamedusa/" rel="nofollow ugc">Aprianti</a> wrote a new post, <a href="https://artikula.id/?p=12493" rel="nofollow ugc">Seluk Beluk Hukum Melakukan Aborsi di Indonesia</a> Di Indonesia, peraturan mengenai aborsi (penghentian kehamilan) diatur dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan [&hellip;]			]]></content:encoded>
				
				
							</item>
					<item>
				<guid isPermaLink="false">fc1caabeb724aee2da313f85c1de4dd1</guid>
				<title>Aprianti wrote a new post, Seluk Beluk Hukum Melakukan Aborsi di Indonesia</title>
				<link>https://artikula.id/?p=12493</link>
				<pubDate>Sat, 15 Aug 2020 04:30:25 +0700</pubDate>

									<content:encoded><![CDATA[<p>Di Indonesia, peraturan mengenai aborsi (penghentian kehamilan) diatur dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.</p>
<p>Secara singkat inti [&hellip;] <img loading="lazy" src="https://artikula.id/wp-content/uploads/2020/08/keep-abortion-safe-and-legal.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
				
									<slash:comments>2</slash:comments>
				
							</item>
					<item>
				<guid isPermaLink="false">1cf696ba2dc302d57b44af150628a55d</guid>
				<title>Aprianti mengirimkan komentar aktivitas baru</title>
				<link>https://artikula.id/mhmmddjabir/antara-filsafat-dan-perasaan-perempuan/#comment-9539</link>
				<pubDate>Fri, 14 Aug 2020 10:34:12 +0700</pubDate>

									<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Jabir. Salam. Saya kira apapun gendernya, sifat alami perilaku manusia memang kompleks untuk dipahami. Maka dari itu kita tidak bisa generalisir satu kasus dengan kasus lain apalagi berkaitan dengan manusia. Ini menjadi kritik bahwa bukan perempuan scr umum yang sulit dipahami, tapi konstruksi budaya menempatkan perempuan sbg ihwal yang rumit&hellip;<span class="activity-read-more" id="activity-read-more-4503"><a href="https://artikula.id/mhmmddjabir/antara-filsafat-dan-perasaan-perempuan/#comment-9539" rel="nofollow ugc">[Baca selengkapnya]</a></span></p>
				<strong>Atas balasan kepada</strong> -
				<a href="https://artikula.id/penulis/mhmmddjabir/" rel="nofollow ugc">Moh. Jabir</a> wrote a new post, <a href="https://artikula.id/?p=12275" rel="nofollow ugc">Antara Filsafat dan Perasaan Perempuan</a> Filsafat sering dinilai sebagai sesuatu yang wow, mewah dan melangit. Ada yang berpendapat filsafat adalah induk dari segala ilmu. Tidak sedikit [&hellip;]			]]></content:encoded>
				
				
							</item>
					<item>
				<guid isPermaLink="false">0d675f572c070abfc4708518bb70ebfc</guid>
				<title>Aprianti mengirimkan komentar aktivitas baru</title>
				<link>https://artikula.id/sukmawahyuni/ruu-p-ks-dalam-pandangan-golongan-kanan-dan-kiri/#comment-9537</link>
				<pubDate>Fri, 14 Aug 2020 10:26:10 +0700</pubDate>

									<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Sukma, saya ingin tanya, lantas penamaan golongan kiri dan kanan ini datangnya dari mana? Coba dijabarkan dulu. Lalu feminis itu banyak turunannya, lantas dalam tulisan ini, feminis mana yang dimaksud? Izin menambahkan, RUU PKS ini tdk hanya fokus pd korban perempuan, justru menormalisasi bhw siapapun (termasuk laki-laki) bisa juga jadi&hellip;<span class="activity-read-more" id="activity-read-more-4502"><a href="https://artikula.id/sukmawahyuni/ruu-p-ks-dalam-pandangan-golongan-kanan-dan-kiri/#comment-9537" rel="nofollow ugc">[Baca selengkapnya]</a></span></p>
				<strong>Atas balasan kepada</strong> -
				<a href="https://artikula.id/penulis/sukmawahyuni/" rel="nofollow ugc">Sukma Wahyuni</a> wrote a new post, <a href="https://artikula.id/?p=11890" rel="nofollow ugc">RUU P-KS dalam Pandangan Golongan Kanan dan Kiri</a> Akhir-akhir ini, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) kembali diperbincangkan. Pasalnya, RUU ini [&hellip;]			]]></content:encoded>
				
				
							</item>
		
	</channel>
</rss>