Dunia Tanpa Manusia

Rakyat Indonesia terlalu baik hatinya. Enteng tangannya. Mereka suka menolong. Kuli di negeri sendiri, buruh di negara orang.


seniorennet

Robot? Artificial Intelligence? Mobil-mobil yang melayang? The F 015 Luxury in Motion Future City? Lokalisasi Sex Doll? Pintu kemanah ajah? Semacam kita bisa mem-build Avatar di Oasis tahun 2045? Main pingpong di dasar laut? Main remi di stasiun angkasa? Beli gedhang goreng di Planet Mars? Paling tidak Proyek Blue Origin Jeff Bezos?

Itu kilatan proyeksi gambaranku tentang pencapaian-pencapaian gemerlap dunia pada masa yang mana bisa jadi ketika kucoba kusisir rambutku ternyata kudapati sudah start ubanan. Dan sudah mulai rontok. Aku mungkin sudah tua waktu itu, tua sekali, pandanganku sudah kabur, tanganku keriput. Tapi barusan aku dapat informasi lewat peneroponganku, ternyata aku awet muda. Muda bukan ragaku, karena muda-tua itu relatif, setidaknya jiwaku masih segar bugar seperti ini.

Tatkala aku tua, aku akan tetap mengetik terus seperti ini. Menulis adalah kekekalan. Mungkin Izroil bisa mencabut nyawaku, entah kapan atau bahkan detik ini juga, tapi tidak dengan anak-anak pemikiran dalam tulisanku.

Perang industri pada masa itu makin ganas, sangat sadis, saling cakar, sengit dan revolusioner. Semua orang belajar ber-uang. Orientasi hidup mereka fakultatif pada uang. Mereka memilih jurusan-jurusan kehidupan yang kata mereka masa depan cerah. Agamanya ekonomi. Ajarannya industri dan bisnis. Tuhannya mungkin semacam James Halliday. Ibadah mu’amalahnya? Tidak kutemui salaman maaf yang tulus, semua bentuk salaman adalah transaksional.

Loading...

Saking gencarnya. Google tumbang oleh semacam Google lain termutakhir dengan nama Circle atau apa, dengan kode biner dan modulasi matrix yang paling avant-grade. Jack Ma-Jack Ma baru bermunculan. Termasuk dari pelosok desa Indonesia sendiri, kontrak-kontrak kerja dibangun, “Jadi oke apa tidak mister Indonesia?” “Ya, tentu saja, selama 25 tahun” “Serapan pekerjanya?” “Siapa lagi, ya rakyat-rakyat kita saja diperkulikan”.

Rakyat Indonesia terlalu baik hatinya. Enteng tangannya. Mereka suka menolong. Kuli di negeri sendiri, buruh di negara orang. TKI-TKW masa depan pun meluncur jadi foreigners di negeri asing, rebutan bekerja di loket yang menjual paket jasa wisata astronomis. Industri  layanan transportasi melesat maju. Bukan cuma keliling Dufan, atau di atmosfer paling luar mengitari cincin orbit bumi, itu kuno, bahkan jauh sampai kalian diajak ndhelosor ke permukaan planet-planet.

Rutenya begini: pertama pakai tabung pesawat raksasa autopilot  mengitari pucuk Everest, lalu terjun dari semacam rollercoster amphibi menyelam ke Palung Mariana, lanjut pakai roket tanpa awak kapal melesat ke entah bagian luar mana dari Bumi, lalu melompat ke Bulan, mampir ke Stasiun Angkasa, melihat view Bumi, geser ke Venus sunbathing sebentar. Terakhir mantul-mantul di perkawahan Mars.

Atau mungkin di jauh kedepan selanjutnya adalah Planet Koloni. Pengangkutan manusia dipindahbumikan ke Planet X adalah megabisnis terbesar masa depan. Sebuah perusahaan Penerbangan Antar Bintang bisa menghabiskan sebanyak 7-8 kuardrillion dollar untuk menerbangkan manusia yang gerah di bumi. Sebab Bumi semakin sesak. Dan kehilangan daya nafasnya.

Sementara ketika aku sudah senja dan tua, yang tersisa dari semua orang adalah dasinya. Mereka semua jadi Masyarakat Kantor. Karena memilih jadi petani, itu melarat. Karena sistem kerja dunia membikin melarat petani, maka kualat. Begitu, Ogah menyentuh cangkul. Sawah ditinggal dan alergi digarap. Produksi padi pun anjlok ke titik paling nol. Stock makanan pokok habis. Manusia kelaparan karena gengsinya dengan perut terbakar.

Tapi sebelum kehancuran itu, pasti banyak pasar robot-robot buka gerai, robot-robot berbagai bentuk humanoid diperdagangkan kesana kemari, kedai-kedai pangkon dengan mbak-mbak yang montok sudah pake pelayan robot yang cantik dan higienis. Semua robot. Kalau di dunia 2018 ini, mungkin kita temui Pacar Virtual. Pacar imaginatif namun tampak di layar. Mungkin di 2045, musimnya ada Pacar Robot. Istri Robot. Selingkuhan Robot. Dan puncak bahayanya adalah ketika robot semakin dihidupkan dan manusia semakin plengah-plengeh tiduran, itu menjadi tidak make sense bahwa dunia semakin menjadi milik manusia.

Arsyad Ibad
Tambakberas,
9 Juli 2018 18:45

Baca juga: Manusia Tanpa Dunia

Loading...

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
1
Sedih
Cakep Cakep
4
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
5
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
5
Wooow
Keren Keren
7
Keren
Terkejut Terkejut
4
Terkejut
A. Irsyadul Ibad
A. Irsyadul Ibad atau Arsyad Ibad melakukan restorasi humanisme, arketipe ketauhidan dan cara pandang interpretasi.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Pojok

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals