Barsishoh: Ulama dan Ahli Ibadah Yang Mati Kafir

Tidak patut kiranya sebagai sesama muslim membangga-banggakan ibadahnya dan merasa lebih baik dari pada orang lain.


Ilustrasi: kiblat.net

Dalam kitab durrat al-nāṣiḥīn fī al-wa`ẓi wa al-irsyād karya Utsman ibn Hasan ibn Ahmad As-Syakir dijelaskan tentang bahayanya khamar (minuman keras). Sejatinya larangan dan bahayanya mengkonsumsi khamar tidak hanya dijelaskan di dalam kitab tersebut, melainkan Hadis dan al-Qur`an secara jelas melarang seorang muslim mengkonsumsi khamar.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat: 219: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah SWT menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”

Orang yang mengkonsumsi khamar tidak hanya dosa yang mereka dapat, akan tetapi mafsadat juga akan mereka tanggung. Di antara mafsadat yang timbul dari meminum khamar yaitu; rusaknya akal, pemborosan harta, dan ketergantungan. Bahkan, apabila seseorang tidak mampu mengontrol akalnya setelah meminum khamar, maka akan terjerumus kepada hal lain yang juga diharamkan oleh agama, sebab khamar merupakan dosa besar yang dapat menjalar kepada dosa-dosa lainnya. Inilah yang di alami oleh seorang ahli ibadah bernama Barsishoh.

Barsishoh merupakan seorang ulama terkemuka di zamannya, juga seorang ahli ibadah yang konon mampu beribadah selama 220 tahun tanpa bermaksiat kepada Allah SWT. Di samping itu, ia memiliki 6000 santri yang mitosnya mampu terbang di atas udara sebab berkah ibadahnya kepada Allah SWT, hingga hal itu membuat para Malaikat kagum dan terheran-heran akan ibadahnya.

Keheranan para Malaikat tersebut didengar oleh Allah SWT, lantas Dia berfirman, “apa yang membuat kalian heran akan hamba-Ku yang ini? Sesungguhnya Aku lebih tau dari apa yang telah kalian tahu. Dalam pandangan-Ku sesungguhnya Barsishoh akan kufur dan masuk neraka selama-lamanya sebab khamar yang ia minum.”

Tanpa sengaja Iblis laknatullah pun mendengar firman Allah SWT itu dan kemudian Iblis tahu bahwa binasanya Barsishoh ada di tangannya. Selang beberapa saat dari kejadian hal itu, akhirnya Iblis turun ke bumi beralih rupa dalam bentuk wujud manusia ahli ibadah untuk menggoda Barsishoh dengan memakai pakaian tenun. Iblis menemui Barsishoh dalam keadaan beribadah kepada Allah SWT di dalam sebuah masjid.

Lalu Barsishoh memanggil Iblis itu dan berkata, “Kamu ini siapa? Apa tujuanmu mengunjungiku?”.

“Aku adalah seorang ahli ibadah tuan. Kedatanganku tak lain hanya untuk menolongmu beribadah kepada Allah SWT”, jawab Iblis.

“Barang siapa ingin beribadah kepada Allah SWT, maka cukuplah Allah SWT yang akan memberikan pertolongan kepadanya”, tegas Barsishoh.

Beginilah cara Iblis menggoda hamba Allah SWT agar mereka terjerumus dan menjadi temannya di dalam neraka. Segala cara ia gunakan agar umat manusia tersesat selamanya. Tidaklah kita tahu orang yang kita kenal sebagai orang saleh, justru meninggal dalam keadaan sū`ul khātimah. Begitu juga sebaliknya, orang yang kita kenal sering bermaksiat dan melakukan perbuatan dosa besar, malah meninggal dalam keadaan husnulkhātimah.

Oleh sebab itu, tidak patut kiranya sebagai sesama muslim membangga-banggakan ibadahnya dan merasa lebih baik dari pada orang lain. Karena kita tidak pernah tahu kapan dan kepada siapa rahmat Allah SWT akan diberikan kepada umat-Nya.

Dirasa gagal menggoda Barsishoh melalui percakapan, akhirnya Iblis langsung mulai melaksanakan ibadah di hadapan Barsishoh sebagai tipu muslihat. Ia beribadah selama tiga hari tiga malam tidak makan, minum, dan tidur. Melihat hal itu, Barsishoh menjadi heran dan kagum kepadanya.

“Aku sudah beribadah kepada Allah SWT selama 220 tahun. Tapi aku tidak mampu jika beribadah tidak makan, minum dan tidur. Sedangkan kamu mampu beribadah selama tiga hari tiga malam meninggalkan itu semua. Apa rahasia di balik itu semua?” Tanya Barsishoh.

“Aku berbuat dosa kepada Allah SWT, hingga ketika aku ingat akan dosa yang aku lakukan, maka hilanglah hasaratku untuk makan, minum dan tidur”, jawab Iblis.

Keheranan Barsishoh mendengar jawaban Iblis semakin tertarik untuk mengikuti jejak langkahnya. Iblis pun tidak tinggal diam, ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengajak Barsishoh menjadi temannya. Lalu Iblis menjelaskan bagaimana caranya agar Barsishoh mampu melakukan seperti apa yang telah ia lakukan.

“Wahai tuan, sekarang bermaksiat engkau kepada Allah SWT. Kemudian bertaubatlah, sehingga tuan bisa merasakan manisnya beribadah di hadapan-Nya”, jelas Iblis.

“Dosa apa yang harus saya lakukan, wahai pengembara?”, tanya Barsishoh. “Ada 3 cara agar suapaya tuan bisa merasakan manisnya beribadah; berzina, membunuh orang mukmin, dan yang terakhir minum khamar”, ungkap Iblis.

Mendengar penjelasan Iblis, Barsishoh menjadi bingung dan ragu apakah memang hanya cara itu yang dapat lebih mendekatkan lagi kepada Allah SWT. Ia sejenak berfikir dan merenung dosa apa yang harus ia kerjakan supaya mampu menjadi ahli ibadah yang tidak makan, minum, dan tidur selama 3 hari.

Tak ingin menunggu lama, ia pun menyanggupi persyaratan itu, “kalau berzina dan membunuh, aku tidak sanggup. Tapi kalau hanya meminum khamar aku bisa melakukan, karena diantara ke tiga syarat itu hanya khamar yang merupakan dosa paling ringan. Di manakah aku bisa mendapatkan khamar?”, sahut Barsishoh.

“pergilah ke desa itu. Nanti tuan akan melihat seorang wanita cantik yang menjual khamar. Belilah khamar darinya lalu minumlah di tempat itu”, perintah Iblis.

Di saat itu juga, Barsishoh bergegas pergi menuju desa yang telah diperintahkan Iblis untuk mendapatkan khamar. Sesampainya desa tersebut, benar ada seorang wanita cantik penjual khamar dan ia pun membeli khamar lalu meminumnya di hadapan wanita itu. Sesaat setelaah minum khamar, Barsishoh hilang kesadaran dan tanpa sadar ia telah merayu dan berzina dengan penjual khamar. Tanpa diduga suami dari wanita penjual khamar melihat kelakukan keji istrinya dan Barsishoh. Tak ingin kelakuan bejatnya dilihat oleh orang lain, spontan Barsishoh langsung mengambil kayu dan memukul orang itu hingga mati.

Melihat kejadian tersebut, Iblis tertawa terbahak-bahak dan ia pun beralih wujud rupa menjadi orang lain. Kemudian Iblis melaporkan kepada masyarakat dan mereka akhirnya menyeret Barsishoh ke hadapan hakim untuk diadili. Sesampainya di pengadilan, hakim memberikan hukuman berlipat-lipat dan memtuskan untuk mencambuk Barsishoh sebanyak 80 kali sebab meminum khamar, 100 kali karena telah melakukan zina, dan disalib karena telah membunuh suami si penjual khamar.

Saat disalib, Iblis akhirnya menemui Barsishoh dan menampakkan wujud aslinya seraya berkata, “bagaimana keadaanmu saat ini wahai tuan?”

Barsishoh pun menjawab, “barang siapa yang tunduk dan patuh kepada teman yang mengajak kejelekan maka seperti inilah balasannya.”

“inilah balasan ibadahmu yang selama 220 tahun. Dahulu aku berkali-kali menggodamu, namun aku gagal. Tapi akhirnya di tempat ini aku mampu menyalibmu. Wahai Barsishoh, aku bisa melepaskanmu dari salib itu, asal kamu taat akan perintahkau”, goda Iblis.

“aku ingin lepas dari salib ini, tolong aku. Apa yang harus aku lakukan untukmu?”, tanya Barsishoh.

“bersujudlah kpadaku wahai Barsishoh, setelah itu aku akan melepaskanmu”, perintah Iblis.

“dalam keadaan seperti ini aku tidak bisa bersusjud kepadamu”, tegas Barsishoh.

“kalau engkau tidak bisa sujud secara langsung, sujudlah dengan isyarat”, pinta Iblis.

Setelah Barsishoh melakukan sujud dengan isyarat, akhirnya Allah SWT mencabut nyawanya dalam keadaan tanpa iman di hatinya. Na`ūżu billahi min żalik.

Inilah godaan Iblis kepada umat manusia, ia tidak akan pernah berhenti hingga akhir kiamat. Iblis mampu menyeruapi siapa saja yang ia kehendaki, namun sebagai seorang mukmin sepatutnya kita percaya bahwa tidak ada kekuatan dan pertolongan melainkan dari Allah SWT. Mintalah pertolongan kepada-Nya, agar kita diberikan kemampuan terhindar dari godaan setan dan Iblis. Wallahu `alam bi as-ṣawāb.

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
1
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
1
Wooow
Keren Keren
1
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Hilmi Ridho

Warrior

Hilmi Ridho, lahir di Grujugan Kidul, Bondowoso 13 Desember 1996, pendidikan dasarnya ia tempuh di SDN I Grujugan Kidul, Bondowoso (2001-2007), SMPN 02 Grujugan Kidul, Bondowoso (2007-2010), kemudian setelah selesai menempuh pendidikan menengah pertema, penulis melanjutkan studinya di pondok pesantren Salafiyah Syafi`iyah Sukorejo, Situbondo SMA 1 Ibrahimy Sukorejo (2010-2013), S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Universitas Ibrahimy Sukorejo (2013-2017), S2 Fakultas Hukum Ekonomi Syariah Universitas Ibrahimy Sukorejo (2017-2019), selain itu penulis juga merangkap di pendidikan tinggi keagamaan Ma`had Aly Marhalah Ula (2014-2017) dengan konsentrasi Fiqh dan Ushul Fiqh, Ma`had Aly Marhalah Tsaniyah (2017-2020) dengan konsentrasi Nushus dan Maqasid Syari`ah. Hingga saat ini penulis masih aktif menjadi santri di pondok pesantren Salafiyah Syafi`iyah Sukorejo, Situbondo. Penulis aktif sebagai kontributor NU Online, Muallimin Amtsilati Jawa Timur, Sidang Pelaksana Buletin Tanwirul fkar, Anggota Kaderisasi IKSASS Bondowoso. pernah menjadi Speaker dalam acara Muktamar Pemikiran Santri Nusantara 2018 yang diadakan oleh Kementerian Agama RI yang bertempat di Pon-Pes Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, Finalis 4 besar Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional 2018 yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Comments 0

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Hikmah

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals