Pembelajaran Santri Di Era Pandemik

Pesantren menerapkan pembelajaran berbasis online dengan menggunakan media untuk menyampaikan materi kepada santri demi tercapainya tujuan pendidikan


Sumber foto: Dokumen pribadi penulis

Pendidikan di pesantren merupakan pendidikan yang sudah lama dikenal di indonesia dan sudah ada sejak lama, di mana para santri menimba ilmu agama dan umum, bahkan ada juga yang fokus mendalami ilmu agama saja dengan konsentrasi yang sangat tinggi. Pendampingan dalam pendidikan di pesantren perlu sekali pengawasan yang ketat agar setiap santri bisa mendapatkan apa yang mesti mereka dapatkan seperti belajar dan mendapatkan ilmu dari setiap pembelajaran.

Pembelajaran di pesantren sudah banyak yang berjalan meski terhenti beberapa saat karena adanya pandemik covid-19, namun dengan kebijakan yang ada beberapa pesantren kembali memaksimalkan pembelajaran agar kegiatan yang sudah dibentuk dan diatur sedemikian rupa bisa berjalan sesuai dengan harapan dan memiliki karakter santri yang mulia. Pembelajaran di pesantren serta mendatangkan santri kembali ke tempat belajar cukup menguras energi karena banyak hal yang perlu dipersiapkan dan perizinan dari pemerintah setempat.

Baca juga: Transformasi Sistem Pendidikan Pesantren di Era Pandemi Covid-19

Pesantren merupakan rumah bagi para santri dengan sistem asrama dan memiliki komunitas atau blok tersendiri dalam menjalankan keseharian di lingkungan pesantren, sehingga asrama bagi santri adalah rumah kedua untuk merehatkan tubuh mereka dari berbagai macam aktifitas yang ada di pesantren. Mereka digembleng oleh para kyai, ustadz, atau ulama dan didampingi oleh para musyrif yang selama 24 jam mendampingi untuk belajar agama dan materi lainnya agar bisa dan siap diterjunkan di masyarakat ketika sudah selesai dari pesantren.

Selain nilai akademik yang mereka peroleh maka pesantren juga mengajarkan para santri kedisiplinan dan menanamkan karakter terpuji untuk dibiasakan dan tertanam dalam jiwa para santri akhlak yang mulia. Karakter yang diajarkan di pesantren memang memiliki berbagai macam jenis di antaranya karakter kejujuran, disiplin, tanggungjawab, hormat kepada orang tua, mentauhidkan Allah, leadership, teamwork, dan karakter yang paling diajarkan kepada santri pada saat di pesantren adalah kedisiplinan.

Masyarakat sudah menilai baik tentang pendidikan karakter di pesantren dan para santri banyak membuktikan dengan karakter kedisiplinan, contohnya lahir para pemimpin yang berakhlak bagus, cerdas dan memiliki kemandirian dalam menentukan kebijakan serta berani dalam menjalankan tugas yang belum pernah dikuasai nya, berkat pendidikan karakter di pesantren maka santri terbiasa dalam menyesuaikan diri dilingkungan yang berbeda. Pentingnya pembelajaran santri di era pandemik memberikan semangat baru dan tantangan baru bagi para pengajar di pesantren.

Berikut kegiatan guru yang dilakukan pada saat Pembelajaran jarak jauh (PJJ):

  1. Menyiapkan media untuk membantu dalam penyampaian materi seperti zoom dll.
  2. Menyiapkan bahan ajar dengan menggunakan PPT
  3. Menjelaskan materi kepada santri pada saat KBM dimulai
  4. Merekam pembelajaran yang diajarkan dan diunggah di media sosial
  5. Memastikan santri hadir bekerjasama antar wali kelas dan guru kelas

Pembelajaran jarak jauh ada positif dan negatifnya di mana para santri dan guru memiliki daya jelajah yang tinggi serta ingin tahu alat yang sedang digunakan, dan pada sisi negatifnya para guru dan santri tidak bisa secara langsung bertatap muka dengan keriuhan suasana kelas yang pada masa pandemi dibatasi oleh ruang dan jarak. Selain itu ada juga kendala bagi bapak/ibu guru yang sudah usia lanjut yang memiliki keterbatasan kepada teknologi pembelajaran. Oleh karena itu pada masa pandemi ini banyak hal yang perlu disiapkan dan banyak hal yang harus ditekuni.

Pada masa pandemik ini banyak sekolah, pesantren dan lembaga lainnya mengalami kegalauan untuk meninjau kemampuan para siswa/santri dalam sisi akademik bahkan penilaian akademik atau non akademik, semua ini akan semakin subjektif karena tidak bisa melihat secara langsung kegiatan para santri, pada masa pandemik ini merubah semua aturan yang sudah dibentuk dan lembaga harus siap menyesuaikan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, kebijakan yang telah ditetapkan bukan berarti pesantren tidak bisa berkembang dalam dunia pendidikan.

Pesantren menerapkan pembelajaran berbasis online dengan menggunakan media untuk menyampaikan materi kepada santri demi tercapainya tujuan pendidikan, sehingga santri harus bisa mengoperasikan seperti media pembelajaran online: zoom, google meet, Microsoft-teams, dan lain sebagainya. Tidak lupa juga penugasan yang terkadang membebani guru yang memang memiliki kesulitan dalam pengoperasian teknologi semua diuji baik guru dan santri dalam keterampilan mengoperasikan media online yang digunakan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pesantren menerapkan aturan dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan arahan pemerintah di setiap daerah masing-masing, pembelajaran bisa dilakukan dengan mengurangi jam di setiap pertemuannya, ada juga pesantren yang memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) full day. Pesantren yang menerapkan pengurangan jam maka kegiatan belajar mengajar (KBM) dari pukul 07.00-13.00 setelah itu santri diberikan istirahat untuk menjaga kesehatan mereka dengan tidur siang.

Baca juga: Transformasi Pendidikan dan Keberagamaan di Era Pandemi

Pembelajaran tersebut berlangsung dengan durasi yang pendek karena anjuran dari pemerintah yang beragam serta kebijakan lembaga terkait, setiap kelas jika di sekolah non pesantren mereka memberlakukan 50% dari jumlah siswa atau kapasitas sekolah sehingga memiliki jarak yang cukup untuk menerapkan protokol kesehatan, akan tetapi pembelajaran di pesantren maka mereka tetap mengikuti pembelajaran dengan jumlah yang ada dan diterapkan aturan kepada santri tidak diperbolehkan izin keluar pesantren selama masa pandemik.

Aturan dengan tidak keluarnya santri pada masa pandemik untuk menjaga ketenangan pesantren agar mengurangi mobilitas para santri keluar masuk pesantren dan memfokuskan di pembelajaran di era pandemik. Sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan baik dan tidak ada kluster baru dalam penyebaran covid-19. Apabila ada santri yang sakit maka pesantren akan serius menangani santri dan jika memang perlu maka santri akan dipulangkan terlebih dahulu ke rumah masing-masing dan kembali mengikuti pembelajaran secara daring.

Editor: Ahmad Mufarrih
_ _ _ _ _ _ _ _ _
Catatan: Tulisan ini murni opini penulis, redaksi tidak bertanggung jawab terhadap konten dan gagasan. Saran dan kritik silakan hubungi [email protected]

Jangan lupa berikan reaksi dan komentar Anda di kolom komentar di bawah ya! Selain apresiasi kepada penulis, komentar dan reaksi Anda juga menjadi semangat bagi Tim Redaksi 🙂

Silakan bagi (share) ke media sosial Anda, jika Anda setuju artikel ini bermanfaat!

Jika Anda ingin menerbitkan tulisan di Artikula.id, silakan kirim naskah Anda dengan bergabung menjadi anggota di Artikula.id. Baca panduannya di sini! 

Untuk mendapatkan info dan artikel terbaru setiap hari Anda bisa juga mengikuti Fanpage Facebook Artikula.id di sini!


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Sedih Sedih
0
Sedih
Cakep Cakep
0
Cakep
Kesal Kesal
0
Kesal
Tidak Suka Tidak Suka
0
Tidak Suka
Suka Suka
2
Suka
Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Wooow Wooow
2
Wooow
Keren Keren
0
Keren
Terkejut Terkejut
0
Terkejut
Arief Bahtiar Rifai
Arief Bahtiar Rifai, Lahir di Lebak Banten 12 Januari 1991. Saat ini aktif sebagai pengajar di Al Azhar Yogyakarta

Comments 1

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

TULISAN LAIN DI Perspektif

REKOMENDASI

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals