Efek Buruk Mengganti Oli Transmisi CVT Dengan Oli ATF

1 min


0
Auto mechanic Filling The New CVT Transmission Fluid in Automatic Transmission Fill Hole.

Selain oli mesin, bagian transmisi mobil Anda juga harus rutin diganti olinya. Beberapa dari Anda mungkin masih ada yang beranggapan bahwa oli transmisi sama dengan oli gardan. Padahal oli transmisi dan oli gardan tidaklah sama. Oli transmisi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu oli transmisi CVT dan ATF. Fungsi oli transmisi adalah mencegah keausan tiap komponen yang ada pada mesin. Sementara itu oli gardan adalah pelumas yang digunakan di komponen differential atau gardan. Fungsi oli gardan adalah untuk melindungi berbagai komponen pada gardan seperti side gear, drive pinion, dan berbagai komponen lain. Jadi meski sama-sama melumasi komponen yang bergesekan agar tetap awet, oli transmisi dan oli gardan adalah 2 hal yang berbeda.

Kembali berbicara tentang oli transmisi, pada mobil matic oli ini tak hanya berfungsi sebagai pelumas tapi juga penghantar tenaga untuk perpindahan gigi. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa oli ini memiliki 2 jenis sesuai dengan peruntukannya. Oli transmisi mobil matic konvensional biasanya berjenis ATF untuk matik konvensional sementara oli untuk mobil dengan transmisi CVT biasanya berjenis CVTF. Perbedaan ini dipicu dari perbedaan sistem kerja tiap jenis matik. Transmisi matik memiliki komponen yang sederhana sementara CVT biasanya memiliki chip elektronik yang terendam dalam oli.

Meskipun sama-sama digunakan pada mobil matic, namun jangan sekali-kali menggunakan oli transmisi yang tidak sesuai jenis transmisi. Sebab hal ini akan membawa dampak buruk pada mobil Anda seperti:

1. Transmisi jadi cepat rusak

Dampak dari kesalahan penggunaan oli transmisi, khususnya penggunaan oli ATF di mobil CVT mungkin tidak langsung terasa. Namun jangka panjangnya jika Anda terus menerus melakukan kesalahan ini, akan menyebabkan interval penggantian oli jadi lebih cepat, kopling semakin cepat aus dan harus sering diganti, usia pakai kampas kopling yang berkurang dan keseluruhan komponen transmisi lain jadi lebih cepat rusak juga.

2. Tarikan jadi berat

Selain merusak komponen transmisi, menggunakan oli ATF pada mobil CVT juga menyebabkan tarikan mesin jadi lebih berat. Ini diakibatkan perpindahan gigi yang tertahan akibat gejala slip kopling. Hal ini tentunya menghambat dan membuat kenyamanan berkendara jadi terganggu.

3. Rawan mesin overheat

Kerugian lainnya akibat penggunaan oli ATF di mobil CVT adalah menjadikan mesin mobil Anda jadi cepat panas. Hal ini disebabkan bagian transmisi jadi bekerja ekstra akibat oli transmisi yang tidak sesuai, sehingga mesin jadi cepat panas. Akibatnya, internal mesin menjadi melengkung dan silinder mesin juga tak luput jadi terkena masalah.

Agar terhindar dari gangguan seperti di atas, pastikan Anda selalu menggunakan oli transmisi yang sesuai. Sebagai pemilik mobil CVT, pastikan hanya menggunakan oli CVT dengan bijak agar tidak harus mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaiki kerusakan komponen mobil. Lakukan penggantian oli transmisi setidaknya tiap 10.000 km atau 6 bulan sekali agar kondisi mobil tetap terjaga. Lakukan penggantian oli transmisi untuk mobil Suzuki kesayangan Anda hanya di bengkel resmi Suzuki yang terpercaya.


Like it? Share with your friends!

0
Redaksi

Akun resmi tim redaksi Artikula.id

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals